Prompt #16: Rahasia Alexa

Prompt 16credit: dokumentasi pribadi Hana Sugiharti

 “Apakah kau mencintai suamimu Alexa?”

“Iya tentu saja”

“Apakah kau harus meninggalkan aku untuk dia? Apa kau bahagia menikah dengannya?”

Alexa hanya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ada hening yang semakin kental tercipta disana. Tanpa mereka berdua sadari sepasang mata sayu sedang memperhatikan dari balik jendela.

****

Tahun ini pernikahan Alexa  memasuki tahun ke lima. Tak ada masalah berarti selama ini bahkan sebenarnya bisa dikatakan bahwa kehidupannya sebagai seorang wanita sudah sempurna. Steven, seorang suami yang baik, perhatian dan mapan. Alexa sendiri berprofesi sebagai novelis fantasi yang karya-karyanya laku keras di pasaran. Kehadiran Windy, anak semata wayang mereka yang sehat dan cantik setahun lalu, semakin menyempurnakan kebahagiannya.  Namun beberapa minggu terakhir, kehadiran seseorang sepertinya mulai mengusik kebahagian keluarga kecil tersebut. Bryan, teman masa kecil Alexa datang dan menawarkan sesuatu yang belum sempat Alexa kecap manisnya di masa lalu. Ya, dia membawa perasaan yang sama yang dimiliki Alexa bertahun-tahun lalu : cinta.  Alexa seperti anak kecil yang begitu girangnya menemukan lagi mainan kesayangannya yang hilang.

***

Terkadang cinta datang tak tepat pada waktunya, seperti yang dialami Alexa dan Bryan sekarang. Sudah enam bulan mereka bertemu secara diam-diam, berbagi kasih dan cerita secara intens. Alexa sampai-sampai rela mengorbankan sebagian besar waktu untuk bekerja dan keluarganya hanya untuk bertemu dengan Brian. Persaan mereka semakin tak terbendung. Bahkan sepertinya tak ada sedikitpun rasa bersalah di relungnya.

Sayang, akhir-akhir ini sedang banyak kegiatan diluar rumah ya? Kamu jarang sekali ada dirumah.” Suara bariton Steven membuyarkan lamunan Alexa.

“Ehm, iya. Ada proyek menulis dengan teman-teman novelis lainnya.” Alexa mencoba berkilah dengan nada setenang mungkin.

“Ingat jaga kesehatanmu. dr. Arwan tadi menanyakan kabarmu. Kau sudah bertemu lagi dengannya?”

Alexa hanya menggeleng lalu membiarkan Steven menarik tubuhnya ke dalam pelukan. Lelaki itu membisikan kata cinta yang begitu manis. Namun sayangnya pikiran Alexa sedang merekonstruksi hangatnya ciuman Bryan dalam pertemuan mereka tadi siang.

***

Sore yang semakin mendung. Tak ada senja memerah seperti biasanya. Windy sedang melekatkan pandanganya terhadap peristiwa di balik jendela rumahnya. Terlihat olehnya sang ibu yang sedang beradu mulut riuh.

“Ayah, sini deh. Windy mau ngomong!” rajuk Windy manja yang memaksa Stevan meninggalkan meja kerjanya dan menuju gadis berusia empat tahun setengah itu.

“Ada apa sayang?”

“Mengapa ibu berbicara seorang diri, ayah?”

“Ibumu sedang latihan akting sayang.”

“Oh, Windy juga nanti kalau sudah besar mau jadi aktris ah.” Windy tersenyum lalu berlari menuju tumpukan boneka di kamarnya.

Steven menghela napas panjang, menatap istrinya yang sedang berada di depan pintu rumah. Entah alasan apa lagi yang harus dibuat untuk anakknya kelak jika monolog ria sang ibu semakin berkepanjangan. Dilihatnya lagi tumpukan buku yang tertumpuk rapi diatas meja kerjanya. Buku-buku tentang Schizophrenia yang di anjurkan dr. Arwan untuk ia pelajari selama setahun terakhir. Selalu terselip doa dilubuk hati, semoga istri tercintanya bisa melupakan Bryan, sang teman imajinasi dan benar-benar sembuh dari delusi berkepanjangannya.

454 Kata

37 thoughts on “Prompt #16: Rahasia Alexa

  1. Oow… ceritanya halusinasi penderita skizofrenia. By the way suaminya baik ya.. Cerita yg bagus🙂
    Kunjungan pertama, nih. Salam kenal ya, Masya. Thanks sudah mampir juga. Hehe…

  2. ceritanya boleh. tapi masih kepanjangan ya mbak. hampir seluruh narasi di berisi jebakan yang ‘menjerumuskan’. menghadirkan sosok Bryan sebagai karakter yang nyata.
    mestinya pembaca dibiarkan ‘menganggap’ Bryan itu ada dari gambaran perasaan Alexa. tips tentang ini bisa dibaca di blog MFF ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s