[Berani Cerita #16] : Walking Man

“Aku ingin tidur dulu. Kau tidak ingin memejamkan mata barang sejenak?” Ujarmu sambil mengusap perlahan rambutku.

Aku menggeleng, mengecup pipimu cepat lalu kembali tenggelam dalam perhitungan rumit yang menyita sebagian besar waktu tidurku. Udara Manhattan yang kian menusuk membuat malamku semakin menyebalkan!

***

Excellent Raina! Pemikiran yang luar biasa. Design ini sungguh akan mengurangi tingkat pencurian benda-benda seni yang begitu marak akhir-akhir ini. Aku harap pengunjung akan puas dengan pameran besok. Patung itu adalah salah satu karya yang paling ditunggu-tunggu.”

Aku mengangguk lalu tersenyum begitu lebar menanggapi ekspresi Mr. Felix, sang kepala museum. Setelah bekerja keras, mengorbankan waktu tidur untuk tenggelam dalam lautan buku, hasil akhirnya sangat melebihi ekspektasiku. Ini adalah rentetan pujian kesekian yang telah aku terima dari beberapa kepala musem dan pemilik gallery seni. Dan David, pacarku telah menjanjikan sebuah makan malam di Bonobo, restoran favoritku sebagai hadiah rentetan keberhasilanku dibulan ini. How a lovely day! Aku setengah meloncat menatap Walking Man, patung perunggu yang baru saja tiba.

“Good luck! Aku tak sabar melihat pameran besok Mr. Felix”

***

“Kau yakin semua ini akan berjalan aman David?”

“Ya tentu saja. Design baru itu sudah kupelajari secara detail. Soal masalah system keamanan museum sudah Ardian urus.”

“Baiklah. Semoga pacar culunmu itu tak mengutak-atik designnya pada menit-menit terakhir sebelum digunakan. Jika iya, membusuklah kita semua  dipenjara!”

“Haha! Dia menjelaskan begitu jelas setiap detailnya, aku sampai hafal betul. Dia tidak akan mungkin merubahnya, museum-musem terdahulu selalu saja aman bukan? Malam-malam membosankanku akan segera berakhir. Selamat datang seratus juta dolar. Selamat tinggal kesengsaraan”

Gerombolan lelaki itu tertawa renyah, lalu bergegas masuk kedalam mobil. Aroma keberhasilan sepertinya telah hangat menyambut mereka.

***

Sudah dua jam Raina menanti di Bonobo, namun David tak kunjung datang. Semua telepon bahkan pesan singkat yang Raina kirimkan tak satupun yang mendapat respon. Tak seperti biasanya kekasihnya berlaku seperti ini.

“Telah terjadi pencurian di museum kota beberapa menit yang lalu. Karya seni termahal di dunia – Walking Man- dikabarkan juga ikut raib bersama beberapa karya seni lainnya”

Raina kaget setengah mati. Ia tak percaya dengan berita yang baru saja di lihatnya di layar televisi. Tekhnologi rancangannya yang mendapat banyak pujian bisa ditemui titik kelemahannya entah oleh siapa. Mata Raina berkunang-kunang, sekelilingnya berputar. Lalu kemudian tak ada lagi yang bisa dilihat olehnya selain gelap.

374 kata

banner-BC#16

*Dalam realita, Walking Man (L’Homme Qui Marche I) merupakan patung ukiran buatan pemahat terkenal Alberto Giacometti dan berhasil terjual 65,001,250 poundsterling*

22 thoughts on “[Berani Cerita #16] : Walking Man

    1. Hehe. Iya
      Oh tulisan miring cumabuat ngebedain narasi sama percakapan. Soalnya dulu suka buat tulisan yg pake narasi byk. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s