Dalam perihal yang hampir mati

Ada kita yang saling mengukir perih dalam mata
Tentang  pemahaman yang semakin merenggang
Tentang jilatan-jilatan amarah yang semakin bergairah
Kesepian telah kita linting dalam sebatang rokok menjadi bumerang menggenaskan
Membakar sukma
Meluruh sebab
Bahkan sembab matamu tak mampu memadamkan
Semarak luka yang semakin nyata
Perihal-perihal kita hampir mati
Memaku-maku egoisme yang semakin kental
Pada sebuah jeda yang semakin purnama

4 thoughts on “Dalam perihal yang hampir mati

  1. iya… sekarang puisi diatas terasa begitu nyata buat asmie hik hik hik… kenapa ya? padahal semuanya dulu begitu indah? *plaaak haaalah asmie iki*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s