Sebuah Ketika

Merentanglah sebuah ketika dalam gelap
Saat puncak-puncak malam menyulap senyummu menjadi lekung berbeda diantara seribu bintang
Serupa sumur abadi penghilang senyap
Kucecap manis gejolak yang semakin rindu pada suara merdumu
Merentanglah ketika yang lain
Yang masih menyempitkan ragamu dalam tatapku
Memekarkan benih-benih yang hampir padam pada percaya

Jika kukirim kekalnya rasa lewat remah merah setiap petang
Bolehkah aku menjadi sebuah ketika untukmu?

Bandung, 25 Juni 2013

4 thoughts on “Sebuah Ketika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s