[BeraniCerita #18] : Hadiah Kejutan

Liana tertengun melihat tiket konser pagelaran music Jazz diatas meja. Tiket yang merupakan hadiah ulang tahun dari kakaknya sepertinya tak bisa ia nikmati. Hal itu bukan karena rasa sukanya sudah berkurang, namun karena janji kencannya dengan Wisnu, sang pacar, yang kecil kemungkinan bisa dia batalkan. Padahal salah satu musisi favoritnya hadir disana. Sebenarnya bisa saja jika acara kencan mereka dipindah tempatkan ke acara konser. Namun Liana tahu sia-sia saja menawarkan hal itu. Untuk Wisnu musik serupa Jazz itu kejenuhan tiada bertepi dan ia tak akan mungkin membuang waktunya disana.

 Bip Bip Bip
Sebuah tanda pesan masuk berasal dari telepon seluler Liana.

“Sayang, maaf ya. Kencan kita malam ini terpaksa harus batal. Aku harus nemanin mbak Vinny ke acara amal. Suaminya sedang tugas diluar kota soalnya. Sekali lagi maaf ya . Akan kulunasi segera kencan kita.”

“Oke. Salam buat mbak Vinny. Lebih cepat dilunasi kencannya lebih baik sayang.”

Liana melirik tiket pemberian kakaknya dan tersenyum. Waktu masih menunjukkan pukul 18.00, berarti masih ada dua jam sebelum konsernya dimulai. Ia bersiap-siap dan memesan taksi untuk mengantarkannya kesana. Akhirnya hadiah ulang tahun pemberian kakaknya tidaklah sia-sia.

***

 Semua penonton bertepuk riuh menyaksikan penutupan konser yang megah. Ini terlampau menyenangkan bagi Liana, terlebih lagi telah terpenuhi keinginannya melihat musisi favoritnya tampil secara langsung. Ia berjalan riang menuju pintu keluar. Entah angin apa yang membisikannya untuk menoleh kearah panggung sekali lagi. Dan betapa kagetnya Liana karena matanya menangkap wajah yang begitu mirip Wisnu sedang tertawa riuh bersama seorang gadis yang tak ia kenali. Liana mengosok-gosokan matanya sambil terus merangkai berbagai kemungkinan dikepalanya. Perlahan ia mendekati dua sosok yang semakin bercengkrama mesra tersebut.

“Wisnu, memang ada acara amal ya di sini?” Suara Liana membuat yang disapa kaget bukan kepalang.

“Sa-sa-sayang apa yang kamu lakukan di sini?”

“Seharusnya aku yang bertanya demikian Wisnu. Mana mbak Vinny? Selera musikmu juga sudah berubah ya? Sungguh mengejutkan!”

Wisnu terdiam, memutar otak sepat mencari alasan yang tepat. Belum lagi sempat ia bicara, suara manja wanita disampingnya lebih membuat lehernya tercekat.

“Sayang, ayo pulang. Nanti aku kemalaman.” Ujar sang wanita sambil menarik tangan Wisnu yang tak kuasa menolak berlalu menghilang dibalik kerumunan orang.

Liana mematung. Air mata meleleh deras dipipinya. Sedih dan kecewa tentu tak bisa terelakan lagi. Namun ia bersyukur bahwa lewat konser itu ia jadi tahu siapa Wisnu, pacar kesayangannya sebenarnya. Oh mungkin malam ini Wisnu akan menyandang status baru sebagai mantan pacarnya.

#392 Kata

banner-BC#18

17 thoughts on “[BeraniCerita #18] : Hadiah Kejutan

  1. beberapa penulisan kata sambung perlu dikoreksi mbak. misalnya : dipindah, bukan di pindah, di sana, bukan disana.
    terus menulis yaaa…. kritikan itu obat, biar tambah semangat.🙂

  2. Hmm… Judulnya udah ditentuin ama Mimin, kan? Hehe… Dan lagi ini malah bikin patah hati, kan? So, gak beruntung bgt!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s