Pada Sebuah Senja

Pada Sebuah senja (dok. Pri)
Pada Sebuah senja (dok. Pri)

 

Hubungan jarak jauh? Lupakan saja non!”

“Tapi kita bisa tetap saling mengunjungi. Yogyakarta dan Semarang tidaklah terlalu jauh untuk ditempuh.”

“Sungguh aku tak pernah berhasil melakoninya. Sudah beberapa kali kucoba tapi selalu saja gagal”

“Aku bukan mantan-mantan kekasih sialanmu itu Frank!”

“Siapa yang bisa menerka apa yang terjadi kedepan nanti? Mata kita tak lagi saling menatap. Aku tak bisa begitu saja percaya.”

Ada bulir bening turun deras menghujani wajah perempuan dihadapanmu.

“Baiklah kalau itu keputusanmu. Aku mencintaimu apa adanya termasuk keputusanmu yang tak ingin lagi memperjuangkan kita.”

 

***

Dua tahun sudah berlalu, senja mulai turun lenyap perlahan bersembunyi di punggung malam. Frank masih berdiri disana, dibibir pantai yang ranum, membiarkan ombak bermain disela jemarinya. Masih erat dalam ingatannya pesan yang terukir pada halaman pertama buku yang belum sempat Diandra hadiahkan kepadanya.

“Ini bukan masalah kita menikmati senja pada dua tempat yang berbeda, namun bagaimana kita menjelmakan jarak itu serupa senja, sesuatu yang kita berdua gemari. Aku telah menaruh hatiku disana, dalam setiap senja yang tak pernah absen hadir dipelupuk matamu. Semoga keindahannya akan selalu kau nikmati walaupun hujan kadang menenggelamkan merahnya petang.”

Kekasihnya tak pernah lagi kembali sejak pertengkaran mereka hari itu. Sebuah kecelakaan merengut nyawanya. Frank bahkan belum sempat meminta maaf atau membisikan bahwa hatinya kini telah melunak dan bersedia bertandang ke Yogyakarta sebulan sekali menjenguk Diandra. Jarak antara mereka kini begitu jauh, entah berapa ribu tahun cahaya. Pada setiap senja Frank selalu berdiri memandang langit, menatap hati gadisnya yang tertinggal disana.

Jumlah kata : 243

Character with space : 1720

*diikutkan untuk #proyekcinta @bintangberkisah.

13 thoughts on “Pada Sebuah Senja

  1. jarak itu ketika hati tidak ada rasa lagi, ketika rindu tak berbalas, ketika berharap terlalu banyak, ketika pandangan mata tak menemukan jawaban, ketika nama tak terdengar lagi disebut, jarak satu centi saling memunggungi, jarak…
    jarak..ruang dan waktu tak bertemu dalam persimpangan, jarak… definisi yang tak kau mengerti, jarak… halaman buku yang hilang…

    nitip salam boleh ya masya,
    untuk yang menjalankan ibadah puasa, met puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s