[Berani Cerita #19] : Kembali

zebracross

“Apakah jika aku pergi dengan tiba-tiba, kau akan mencariku?”

Randy memandangiku heran lalu menggelengkan kepalanya.

“Oh, jadi begitu. Baguslah. Kau juga sepertinya tidak akan pernah peduli!” Ujarku dengan nada yang semakin tinggi disetiap kata.

“Hahahaha. Kau seperti anak kecil saja Mila, kita sudah memasuki tahun ke tujuh. Aku tahu kau pasti akan selalu kembali padaku, untuk apa aku mencari?” Dia meraihku kedalam pelukannya, seakan tak mempedulikan tatapan ratusan pasang mata yang sedang berhenti menanti datangnya lampu hijau.

Aku hanya bisa mendengus kesal. Mukaku merah padam, marah dan malu bercampur sempurna siang ini.

 ***

Aku suka sekali berkunjung ke sudut jalan ini. Mungkin hanya karena di sinilah aku bisa menyaksikan satu per satu kenangan kita berdansa dengan indahnya. Masih terekam jelas saat pertama matamu terpagut di mataku, jemari kita yang saling memilin mesra untuk pertama kalinya, bahkan untuk air matamu hari itu yang tercampur bau amis dan hujan.

Hari ini, 10 Juli, kau datang lagi, sekuntum bunga anggrek masih tersemat di jasmu. Hujan mulai berlomba mencapai tanah. Kau terdiam, matamu terpaku memandang zebra cross dihadapanmu. Mataku juga berhenti disana, menyesap bau hujan dan tersenyum. Mungkin zebra cross  ini yang selalu mengingatkanku, bahwa kau putih dan aku hitam. Aku masih hidup dan kau sudah mati. 10 Juli dua tahun yang lalu, kau tidak pernah datang untuk menemaniku di altar. Kau memang benar, aku akan selalu kembali padamu, dan di sinilah aku sekarang berada, mengenang kepergianmu. Hujan masih saja lebat turun menembus mataku. Payung pemberianmu ini tak mampu menghalangi mereka.

 banner-BC#19

244 Kata

14 thoughts on “[Berani Cerita #19] : Kembali

  1. ada yang terbalik kayaknya Masya. Di bagian ke dua dituliskan : Hari ini, 10 Juli, kau datang lagi, membawa sekuntum bunga anggrek, seperti biasanya. Hujan mulai berlomba mencapai tanah. Kau terdiam, matamu terpaku memandang zebra cross dihadapanmu. Mataku juga berhenti disana, menyesap bau hujan dan tersenyum. Mungkin zebra cross ini yang selalu mengingatkanku, bahwa kau putih dan aku hitam. Aku masih hidup dan kau sudah mati.
    Kok yang udah mati bisa datang membawa anggrek?🙂

    1. hehe,,mksh bang Riga,, itu tadi terlalu buru-buru… mksdnya tadi itu bunga anggrek masih tersemat di jasnya – langsung edit-
      *sungkem

  2. Aku suka banget sama kalimat ini,

    ‘Hujan mulai berlomba mencapai tanah……… Hujan masih saja lebat turun menembus mataku. Payung pemberianmu ini tak mampu menghalangi mereka.’

    ada sisi romantismenya yang bikin cerita ini jadi bittersweet..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s