Perihal yang Bukan Lagi Kita

Kita bertemu saat hujan masih sembunyi di pelipis langit
Lalu mulai bercerita tentang
Bagaimana rupa bianglala saat alam masih menyulam aku dan kau menjadi kita
Tapi matahari terlalu tegak berdiri
Angin berlarian
Menyapa kita dengan lantangnya
Ada rinai pecah di wajah
Meratapi perih kenangan yang tak bisa lagi dipugar

Pelan-pelan kita saling melepas jemari
Lalu tatap mata kemudian angan
Aku dan kamu tak pernah bisa kembali
Menjadi perihal yang disebut
Kita

Posted from WordPress for Android

3 thoughts on “Perihal yang Bukan Lagi Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s