Rahasia Semesta

Tuhan tak pernah benar-benar pergi. Tak sedikit pun Ia meninggalkan. Dan tak ada hal yang benar-benar menjadi mustahil bagiNya. Semua menjadi mungkin kala Ia berkehendak menjadikannya ada.

Tak ada yang pernah mengerti jalan pikiranNya, tak satu pun makhluk di muka bumi ini. Kita semua boleh berencana, mereka-reka setiap kemungkinan, tapi semua keputusan terakhir ada pada Yang Maha Kuasa.

Bahkan untuk hal-hal yang mungkin kita anggap begitu pelik. Di hadapannya tentunya tidak ada apa-apanya. Ia bisa dengan mudah mengatur semesta mengamini doa yang terucap dari bibir, dan mengabulkan setiap harap yang menyatu dalam dada setiap manusia.

Setiap rapal doa yang dikabulkan tentulah memunculkan perasaan bahagia tiada tara apalagi bila itu merupakan jawaban atas penantian yang panjang.

Lalu bagaimana bila rapal doa tak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Haruskah kita marah, berteriak menantang langit?

“Apa yang tengah kamu khawatirkan?”

Dari jejak-jejak doa yang telah ia ajukan kepada Tuhan, dari setiap usaha yang telah ia lakukan. Yang tersisa di benaknya masih saja berupa kekhawatiran-kekhawatiran akan doa yang tak ikut diamini semesta. Dari balik kedua kacamatanya ia memandang jauh ke luar tempatnya duduk. Apakah Tuhan tahu betapa ia sungguh berharap mimpinya menjadi kenyataan yang melegakannya?

“Selalu ada pelangi sehabis hujan!”

“Hahaha. Itu ide yang terlalu naif. Tidak semua hujan mendatangkan pelangi.”

“Sebenarnya selalu ada. Hanya mata kita yang kurang jeli melihat atau terselubung kabut tebal.”

“Jika malam datang apakah kita masih akan bisa melihat pelangi?”

Lelaki di hadapannya terdiam. Namun seperti yang selalu ia lakukan di kala ia tengah kebingungan, ia mengambil pensil dan kemudian mengeluarkan buku sketsanya.

“Pelangi itu ada. Selalu ada. Hanya mata dan indera kita saja yang terkadang tak bisa menjangkau warna-warna pelangi yang lahir setelah hujan itu.”

“Bahkan ketika malam?”

“Bahkan ketika malam. Seperti saat kamu lihat tembok besar di hadapanmu. Ada banyak hal yang mungkin tak bisa sepenuhnya kamu tangkap atau ketahui keberadaannya. Namun pada kenyataannya selalu ada. Ya, seperti kejutan-kejutan yang mungkin bisa kita bayangkan ada di balik tembok itu.” Lelaki itu menunjukkan sketsa yang baru saja ia buat. Ada sebuah tembok yang ia buat, dan di belakang tembok itu terdapat banyak hal yang satu dengan yang lainnya berlainan. Terasa begitu magis.

Wanita itu tersenyum lebar.

“Jadi menurutmu apakah bahagia itu juga kejutan?”

Lelaki itu menggeleng.

“Lalu apa?”

“Bahagia itu adalah ketika kita menangkap setiap kejutan di balik tembok lalu kemudian membumbuinya dengan aroma bahagia!”

“Bagaimana cara kita membumbuinya, sedangkan kita tak bisa melihat pelangi di malam hari.”

“Buatlah pelangimu sendiri!”

Wanita itu mengeryitkan kening pertanda tak mengerti.

“Kamu lihat ini, kan?” Kata sang lelaki sambil menunjuk deretan kaleng cat minyaknya.

“Lukislah kebahagianmu sendiri! Bahagia itu kita yang tentukan sendiri, mau atau tidaknya.”

“Tapi..”

Dalam hatinya ia tahu lelaki itu benar. Ia tahu dengan pasti mengenai itu. Karena kebahagiaannya memang ia yang menentukan. Tapi, ketika ia tak bisa menemukan alasan untuk mempercayai itu. Ia menjadi gundah. Doa-doa yang terpanjat masih belum ia temukan jawabannya. Mimpi-mimpi yang ia sulam belum terlihat ujung pangkalnya, ia merasa masih jauh dari titik yang ia inginkan.

“Tak ada tapi. Kamu bisa memulai menggapainya satu per satu. Kekhawatiran tidak akan membawa kebaikan apa-apa. Lalu untuk doa-doamu yang belum terjawab, bersabarlah. Sesuatu akan diberikan tepat pada waktuNya, tak ada yang kurang tak ada yang lebih.”

Seperti sebongkah es yang mencair, kepalanya tertunduk. Tetes air matanya mengalir hangat perlahan. Ia hanya perlu untuk percaya dan menunggu. Bahagia yang selama ini ia dambakan tengah Tuhan siapkan untuknya. Pikiran itu perlahan mengembangkan senyumnya lagi. Bibirnya merapal doa. Semuanya akan baik-baik saja. Memang dan akan selalu seperti itu.

Tulisan Kolaborasi dengan Teguh Puja

3 thoughts on “Rahasia Semesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s