#Prompt 20: Perayaan Terakhir

Disini hanya ada aku dan dia, duduk berdua tanpa kata ditemani keremangan yang berangsur pekat. Diluar satu-satu bulir pecah menyentuh tanah, mengemas suasana menjadi dingin sempurna. Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan.  Ia memandangku begitu lekat lalu memecah udara dengan suara baritonnya.

“Apa kau yakin dengan keputusanmu?”

“Sangat yakin!”

 “Baiklah kalo begitu maumu. Aku tak akan lagi menahanmu disini. Pulanglah Maria. Aku rasa aku akan baik-baik saja disini.”

“Ya, aku tahu kau pasti mampu melaluinya. Sudah cukup waktuku disini.”

Ia mengganguk kemudian dipenuhi kembali gelasnya yang kosong dengan Whisky lalu mengangkat gelas kearahku,

“Bersulang!”

“Untuk?”

“Untuk kau yang memutuskan pergi dan aku yang memutuskan untuk merelakan.”

Aku hanya tersenyum padanya, berusaha menyimpan tangis yang hampir keluar.

“Jaga dirimu baik-baik.” Ujarku lalu menghilang dibalik pintu dan kembali ke rumah baruku, sebuah bentuk kotak berhias tanda salib yang begitu lekat dengan tanah.

 #145 Kata

14 thoughts on “#Prompt 20: Perayaan Terakhir

  1. Ternyata dah jadi hantu nih..
    Oh ya, di kalimat : “Ya, aku tahu pasti mampu melaluinya. Sudah cukup waktuku disini.”
    itu kedengaran janggal, mungkin lupa diselipin ya kata “kamu”-nya, menjadi :
    “Ya, aku tahu kamu pasti mampu melaluinya. Sudah cukup waktuku disini.”

    Cmiiw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s