Biarkan Aku

Entah berapa kali telah kulingkari rambut dengan aroma tubuhmu yang masih tersisa
Karena tak lagi kupahami rindu yang semakin liar beranak pinak

Ini purnama keduabelas yang kujamah sendiri
Tanpa pundak kita bersisian seperti biasanya
Jadi biarkan aku menjadi butir-butir kopi yang pecah digelas pertamamu
Supaya kau sesap nikmat
Biarkan aku menjadi remah-remah dalam setangkup roti kacangmu
Mungkin itu akan membunuh rinduku sekejap

 

Balasan puisi untuk @ridoarbain dalam #DuetPuisi

5 thoughts on “Biarkan Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s