Dari Seorang Pendongeng

Kita adalah roh yang menegang, memaku kata-kata di dinding angan

Menyetubuhi kenyataan dalam ramuan larik

Berjalan menyebrangi bentang waktu dalam sekejap

Ada sekelompok pembenci yang menuduh kita dengan tatapan belati

Katanya jiwa kita bertukar warna tiap detik– mengerikan

Tapi begitulah kita adanya, tak bisa menahan raga untuk memilin dunia ini dalam sepucuk daun

Untuk apa malu jika pelangi dengan bangganya hinggap dibibir kita?

 

Letupan semangat menyala-nyala di pikiran kita

Kita harus berlari tanpa tepi

Kisah-kisah yang kita tuturkan tak akan pernah mati

Tak akan

 

Bandung, 19 July 2013

7 thoughts on “Dari Seorang Pendongeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s