[BeraniCerita #20] : Heaven

credit

Kuamati bungkusan merah yang masih tergeletak didepan pintu rumahku. Pikiranku mulai berspekulasi hebat, mereka-reka apa yang ada didalamnya. Tapi kutepis satu persatu anggapanku lalu kubawa masuk benda tersebut itu. Sampai didalanm, aku duduk kursi merah favoritku. Dengan hati-hati kulepas pembungkusnya dan mulai merobek kardus pembungkusnya. Ternyata isinya adalah sebuah kaset dengan sematan kertas “play me dear”. Aku bernapas lega, itu bukan bom seperti salah satu dugaanku. Ini mungkin kejutan dari Reina.

 Secepat kilat aku berlari kekamar untuk menyetel kaset tersebut. Sungguh aku penasaran apa isinya. Setelah tombol play kutekan, aluanan suara penyanyi favoritku muncul. Bryan Adams dan Heavennya berhasil menyungingkan senyum diwajahku. Aku memejamkan mata dan menikmati setiap detil lagu dengan seksama hingga akhir.

 “Kau ingat lagu ini Stella?” Aku meloncat kaget, suara yang keluar dari kaset itu suara Arthur. “Ya, ini lagu kesukaan kita berdua yang sering sekali kita dengarkan di beranda rumah ini, rumah impian kita. Rumah diatas bukit yang tenang, jauh dari pemukiman warga. Kau lupa bahwa milikmu juga milikku? Lalu janji kita untuk sehidup-semati dimana? Kau bahkan meninggalkanku untuk seorang gadis muda baru saja kau temui. Well, mungkin janji memang dibuat untuk diingkari sepertinya. Jadi aku rasa tak ada lagi sehidup semati, aku akan hidup dan kau akan mati. Sampai jumpa di surga istriku!”

 “Di surga? Lelaki itu ingin membunuhku? Aku harus bergegas pergi.

Kuraih gagang pintu, sial terkunci dari luar. Jendela, oh lupakan saja. Kamar ini hanya punya sebuah jendela kecil yang bahkan tak bisa untuk seorang anak kecil leluasa keluar. Udara didalam kamar mulai panas padahal AC telah aku atur sehingga suhunya 18oC. Samar-samar kulihat kobaran api mulai menari dihalaman rumahku. Siluet yang begitu kukenal sedang berdiri dijalan utama sambil menyesap rokok Benar itu Frank yang sedang terbahak. Aku panik dan berteriak minta tolong sekuat tenaga. Tapi api begitu cepat merayapi kamarku. Mungkin telah tiba harinya aku ke surga.

 #300 Katabanner-BC#20

 

 

15 thoughts on “[BeraniCerita #20] : Heaven

  1. ‘di’, ‘ke’ bila bertemu dengan kata tempat dipisah, karena bukan sebagai imbuhan.
    Contoh: di kamar, di depan, ke dalam, dll.

    300 kata?
    copy, paste ke word, tools => words count! 305.
    hhhmmm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s