Aku Melihat

Ya, aku sedang sibuk meraba waktu
Mencoba menjelmakan detik menjadi doa agar kaki-kakiku yang mulai goyah kembali kuat untuk memangku riak rindu yang kian bergejolak

Rasanya mulai hari ini aku tak ingin menebak kapan akan bersua lagi denganmu
Karena aku sungguh melihat nyata dalam jarak yang miliar inci itu
Kita duduk bersisian dengan malu-malu yang masih tersisa
Kau dengan licahnya mengusap keriputku yang mulai muncul lalu aku menertawakan alismu yang mulai beruban
Lalu aku masih menjadi bulir kopi pertama yang kau seduh

Aku akan bertahan karena mataku telah melihat melampaui nyata
Bahwa kita bukan lagi sekedar imaji pembunuh sepi
Aku melihat, kita akan selalu kita dimasa depan

Puisi balasan untuk @ridoarbain yang tersimpan di draft🙂

4 thoughts on “Aku Melihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s