Sore dan Segudang Tanya Untukmu

Seperti senja yang tergesa-gesa menjemput malam, demikianlah aku merengkuh erat sepi yang semakin pekat
Cangkir kopi penuh kerinduan mulai kering perlahan
Bau keringatmu yang masih tersisa tak mampu lagi membasahinya

Dimana kau sore ini?
Deretan huruf dikepalaku sudah tak mampu merangkai kata sabar
Kecemasan berhembus kencang seiring dingin angin laut
Sebab penantian adalah pembunuh ulung yang kubenci

Dimana kau sore ini?
Aku tak bisa lagi menawar jemari lebih tabah untuk memainkan anak rambutmu yang mulai tumbuh menggemaskan
Puisi-puisi yang aku lafaskan terjebak dilangit lalu turun bersama hujan, adakah kau membaca rimanya?
Pucuk-pucuk kenangan semakin layu saja, menguning, tertawa menyambut kemarau

Dimana kau sore ini?
Aku duduk ditepi danau
Menyaksikan sekelompok bangau berdiskusi riuh tentang jalan pulang
Lantas apakah kau telah menyelesaikan diskusi dengan dadamu mengenai jalan yang harus kau tempuh menujuku?

Balasan Puisi untuk @priahujan dalam #DuetPuisi

8 thoughts on “Sore dan Segudang Tanya Untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s