Dengan Sebuah Pelukan

Hari sabtu  pagi yang lalu , saya sarapan sembari menonton The Penguins of MadagascarTayangan masih menyajikan pokok masalah yang sama, yakni kehidupan keempat pinguin bersama penghuni kebun binatang lainnya. Dalam episode kemarin diceritakan bahwa mereka kedatangan tamu, seekor katak beracun, yang bila tersentuh oleh organisme lain akan menyebabkan kematin. Untuk itulah si katak bertindak sewenang-wenang pada yang lain, karena ia merasa memiliki kemampuan luar biasa. Tentu saja para pinguin dan penghuni lain gerah dan melakukan berbagai cara untuk menghentikan ulah si katak. Namun tak ada yang berhasil. Semua kecerdasan yang biasanya mujarab kali ini seakan menjelma butiran debu.

Lalu ketika semua sudah menyerah, salah satu pingun yang bernama Privat (pingun paling muda) menjadi penyelamat. Ia mengalahkan sang kodok dengan sebuah pelukan. Well, tentu saja ia memakai baju besi karena katak tak bisa menempel disana, Hahaha, Sebenarnya saat  mengalahkan sang katak, Privat bisa saja menyiksa, membuang bahkan membunuhnya (Lha!). Tapi dia tak melakukannya, dia memeluk si katak. Dan sang katak pun merasa terkesima karena saat itu untuk pertama kalinya ia merasakan yang namanya pelukan dari organisme yang tak sejenis.

Well, saya jadi berpikir mungkin itulah yang seseorang kadang butuhkan : Sebuah Pelukan. Pelukan bukan hanya diberikan sebagai penghargaan pada saat seseorang berhasil melakukan hal tertentu, namun juga pada sebuah situasi kesedihan, Percaya atau tidak, sebuah pelukan saat dalam masa-masa itu benar-benar ajaib. Saya kadang merasa lebih baik setelah dipeluk oleh orang-orang terdekat saya.

Dan untuk yang gemar marah-marah tanpa alasan pasti, saya rasa mereka butuh dipeluk dengan tulus. Mungkin mereka kurang pelukan hingga hati menjadi beku kemudian mudah sekali pecah dan  pecahannya berhamburan menusuk sekelilingnya tanpa kira-kira. Jika sedang marah-marah langsung dipeluk aja, biar amarahnya remuk redam dalam hangatnya sebuah ketulusan. Halah! Tapi lihat-lihat situasi juga sih mau meluk-meluk orang, Gak mungkin dong main peluk tunangannya orang yang notabenenya adalah mantan kita, trus besok dia mau nikah di depan calon istrinya pulaa,.. alamak! Self control dear :3

Pelukan memang hal sederhana namun punya efek luar biasa jika kita lakoni dengan tulus. Sudahkah kamu memeluk mereka yang ada disekelilingmu hari ini? Saya dan ponakan saya pelukan minimal harus sekali sehari sih.

Lalu bagaimana jika kita sangat ingin memeluk seseorang tapi dia berada jutaan kilometer dari sisi kita? Atau kita merasa tak punya kemampuan untuk sekedar merentangkan tangan padanya padahal jarak hanya nol kilometer? Doakanlah dia dengan tulus. Kalo saya sih percaya, Tuhan akan mengirimkan malaikat untuk memeluknya menggantikan kita. Memang benar kata mama saya, bahwa sejauh apapun kita terpisah dengan seseorang, doalah akan menjadi ruang temu abadi.

Bandung, 28 Juli 2013 – Sakaleng Latte & Green tea Cheese Brownies sedang memeluk saya

16 thoughts on “Dengan Sebuah Pelukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s