Episode Basah

*
Hujan turun ke mulutmu
tes – tes – tes
Lalu kau lahap dengan riangnya
Sebulan lagi terlihat anak-anakmu berlalu lalang
Rumah sakit – rumah – rumah sakit – rumah
Entah akan berujung dimana
**
Ada yang datang mengetuk pintu rumahmu pagi ini
Sejak kau menyambutnya
Sofa barumu basah tak kunjung kering
Anakmu girang bernyanyi bagai kodok
Istrimu meronta diatas meja dapur
Kau terdiam bermandikan tanah
***
Tak ada lagi hingar bingar lelucon
Atau teriakan renyah sang penjual sate
Gelap, sunyi dan mencekam
Air mata dan kepanikan masih menempel dikaki baju
Basah, basah, basah

****
Bumi yang luka tesedang meratap
Mari, ambil bagian dalam episode basah ini
Minumlah, minumlah sepuasnya

Sebuah puisi refleksi untuk banjir di Ambon hari ini –

13 thoughts on “Episode Basah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s