[BeraniCerita #22] : Rahasia

credit

Dua belas bulan berlalu kita hidup bersama dan aku masih belum mengerti mengapa setiap tanggal 26 kau suka duduk termanggu disalah satu anak tangga menuju rumah kita. Pernah aku mendapati terburu-buru menghapus air mata yang jatuh. Katamu matamu sedang dihampiri debu nakal. Tapi matamu tidak bisa berbohong, ada rahasia besar disana.

***

Sabtu ini kau sedang ada rapat dadakan di kantor. Pikiranku meledak hebat. Ini saat yang tepat mencari tahu mengapa kau selalu melakukan tindakan bodoh itu. Analisaku kau memiliki kenangan tertentu di tanggal itu. Kukerahkan segenap kekuatanku membongkar barang-barang pribadimu. Butuh waktu satu jam hingga akhirnya aku menemukan sebuah buku saku mirip diari. Aku berharap jawabannya ada disana. Kutelisik perlahan halaman demi halaman.

26 Juli 2012

Aku harus menikahi lelaki itu sore ini. Padahal pagi tadi kudapati dia bercumbu mesra dengan Herman ditangga rumah baru kami. Tekutuklah semua perjodohan ini! Terkutuklah cinta yang tumbuh cepat dihatiku.

Sial! Dia ternyata sudah tau hubunganku dengan Herman dan dia menangis karena terlanjur mencintaiku. “Lelaki seperti apa aku ini?”

banner-BC#22
#166Kata

10 thoughts on “[BeraniCerita #22] : Rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s