Waktu dan Kita

Waktu adalah penjara di mana semua yang ada
Telah terjerumus dan tidak pernah bisa lolos hidup-hidup
Seumpama ombak, kita bangkit dengan gagah dari tengah lautan biru lalu berlari menemui kesudahan yang menanti dengan rindu di lekuk-lekuk pantai

Aku mau hidup sebagai pagi dan embun yang seketika
Dan seperti matahari, akan kunyalakan api masa muda dan mengikhlaskan diriku kerut terbakar olehnya
Sebab aku tahu, sesudah itu aku hanyalah teduh pelabuhan di satu senja, tempat semua kenangan singgah meski sebentar saja
Lalu gelap sudah

Waktu adalah tersangka yang memaksa kita mulai menghitung anak-anak uban yang mulai tumbuh dan mengartikan garis-garis wajah yang semakin tegas
Lalu dengan lantangnya kita mulai menabiskan rasa pada aksara
Mengekalkan keberadaan pada suatu masa
Berharap aksara menjelma hujan yang meniadakan duka pada setiap dada yang perih

Aku mau hidup menjelmakan waktu yang menabur musim semi sepanjang masa
Yang menopang angin-angin kalut tak berarah
Lalu menemukan namamu dalam nadiku
Tempat aku menyimpan dirimu seutuhnya : Abadi

Kolaborasi dengan Weslly Johannes26 Agustus 2013 ; Happy birthday for both us😀

6 thoughts on “Waktu dan Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s