Masih

Masih kubaui mata sembabmu yang penuh penuh ampas kopi
Ketika cinta terpilin waktu
Seharusnya kau tak datang membawa matahari remang
Jika paham betul kita akan saling membakar

Masih kubaui peperangan dalam nadimu
Ketika pelukan terpasung kesadaran
Seharusnya tak perlu berlari ketakutan melihatku terpanggang habis oleh harapan

Tenang saja
Malam ini aku abu dan kau tetap bintang kejora

18 thoughts on “Masih

  1. ya udah. biar kita mendinginkan kepala dan hati sendiri-sendiri dulu. nanti kalo udah adem baru ketemu. dan kalo ketemu jangan bahas masalah yang membakar itu. cari kesamaan lalu baru bahas perbedaan. cari cara gimana yang beda biar jadi sama. minimal saling pengertian dan akomodasi. tul?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s