Malam Terakhir

Kini malam semakin larut
Kau semakin melankolis dalam hujan penuh cacian
Apa lagi yang harus diharapkan?
Ilusi-ilusi mengenai cinta sejati kah
Atau rembulan yang rela muncul disiang hari?

Sesaplah rokokmu dalam-dalam
Nikmati pelukkan ku yang terakhir
Kemudian pahamilah, bukan menanggis atau meronta
Tak ada perempuan yang ingin berkorban
Untuk lelaki yang akan menikam dirinya persis di depan altar

Cinta sesungguhnya lebih berharga untuk sekedar dibuang-buang

-Yogyakarta, 26 Desember 2012-

9 thoughts on “Malam Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s