Seperti Ayah

Ayah bilang aku harus seperti dirinya, pintar, keren dan dipuja banyak orang. Untuk itulah, aku giat belajar, mengikuti les ini itu, demi menjadi ayah. Aku berhasil. Prestasiku  tak terhitung jumlahnya. Pujian selalu mengalir deras atas karya-karyaku.  Ayah bangga padaku. Namun ibu selalu menangis.

“Aku sudah seperti ayahkan bu? Jambangku sebentar lagi akan tumbuh.”

“Berhentilah melakukan semua hal gila itu. Setelah terapi hormon, apalagi Miranda? Operasi kelamin?”

“Mungkin saja. Sekarang aku sedang melakukan riset untuk itu.”

Ayah tertawa bangga. Ibu menangis lagi. Padahal waktu kecil, ibu pernah menyuruhku menjadi seperti ayah.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

21 thoughts on “Seperti Ayah

  1. Aah, aku pikir kamu mau bikin yang sedih, Cha. Tapi suka dengan idenya, biasanya kan lelaki yang transgender, itu udah biasa. ;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s