GILA

Kata orang-orang aku dan anakku terkena virus yang tidak bisa disembuhkan. Para tetangga bilang kami itu gila, tidak benar dan bla bla bla. Saat bertemu, tatapan mereka seperti hendak menelan kami bulat-bulat. Sangat menghakimi. Pada awalnya aku merasa terganggu dengan perilaku mereka. Namun lama kelaman, biasa saja. Toh sampai saat ini kami masih bisa bertahan hidup. Yang kasihan, adalah anakku. Dia belum terbiasa dengan tatapan menuduh para tetangga dan sering pulang kerja dengan air mata berderai.

“Mereka memanggilmu gila lagi?”

“Iya ayah. Itu menyakitkan. Kita bukan orang gila. Kita butuh makan ayah karena itu kita jadi waria!”

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

9 thoughts on “GILA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s