Bukan Aku

“Aku ingin kamu!” Kulihat matamu nyalang menatapku. Entah gelora apa yang berkobar disana.

“Tapi,”

“Aku cuma ingin kamu. Titik. Gak ada pake tapi!”

Aku terdiam, leherku tercekat. Kau memelukku begitu erat sampai tubuhku tak mampu bergerak.

***

“Kasihan dia, berkorban terus untuk ayahnya. Katanya lelaki iut begitu terobsesi pada istrinya yang sudah meninggal.”

“Oh ya ampun, padahal anak perempuan itu masih muda, cantik lagi!”

Sayup-sayup kudengar percakapan dua orang perawat dibalik ruangan. Kubelai lembut rambut ayah yang sudah tertidur pulas di pangkuanku. Oh ayahku sayang, ayahku malang.

6 thoughts on “Bukan Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s