Prompt #35 : Perjumpaan

Sumber

Setelah terjaga semalam suntuk akhirnya aku mengiyakan permintaanmu untuk kembali lagi bertemu. Aku tak ingat pasti kapan tepatnya terakhir kali kita bertemu. Yang pasti setelah itu, ada lubang dihatiku yang teramat besar. Butuh waktu cukup lama untukku memperbaikinya. Dan itu bukan salahmu atau salahku, tapi keadaan. Suasana disini, ditempat pertama kali kita bertemu empat tahun lalu, kurang lebih masih sama. Sejuk dan tenang. Hanya kompleks perumahan yang sudah mulai padat di sebelah timur. Senja sudah mulai merajai langit, namun kau belum juga muncul. Aku tersenyum geli pada diriku sendiri, karena sesungguhnya jika malam datangpun, aku tahu aku masih tetap menunggu. Riak rindu padamu masih bergejolak disela luka.

“Maaf, aku terlambat. Untung kau belum pergi.”

“Aku bukan orang yang suka meninggalkan. Kenapa ingin bertemu lagi?”

“Apa kau masih ingat tentang kotak yang kita simpan beberapa tahun lalu?”

” Kau sudah lupa dimana meletaknya bukan? Lagian kita sudah tidak lagi…”

“Aku menemukannya kemarin dalam lemari kaca milik ibu. Ini tanggal 11 Januari. Masih ingat?”

Aku menganguk perlahan lalu dengan gemetar meraih kertas berwarna merah dalam kotak perjanjian yang kamu sodorkan. Ditanganmu sudah ada kertas warna kuning, milikku. Kertas-kertas itu berisi permintaan yang kita tulis  saat pertama kita resmi berpacaran. Bagaimanapun keadaannya, kita harus memenuhi permintaan yang ada didalamnya.

To Randy : Anything You Want, I’ll do.

To Putri : Aku ingin mati ditanganmu sekarang!

Jantungku hendak berhenti membaca permintaanmu. Tanpa kusadari, bibirmu sudah menyentuh bibirku lalu tanganku memelukku begitu erat. Kau kemudian tersenyum tipis dan menyerahkan pistol kecil dalam genggamanku.

“Aku selalu ingin mati muda Putri. Ayo tepati janjimu!”

DOR!

Kau ambruk seketika kala timah panas bersarang dikepalamu.

DOR!

Aku merasa bau amis mengusai diriku. Tak akan ada lagi keadaan yang berkuasa. Kita akan selalu bersama selamanya.

#281 Kata

12 thoughts on “Prompt #35 : Perjumpaan

  1. ini setting-nya di mana, ya? kalo diliat dari namanya sih nama2 Indo. Dan, pistol itu. Bener kata Mak Carra. Itu pistol bapaknya kali ya? Polisi, gitu.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s