25 Januari

25 Januari 2013

“Oke. Tahun depan jam 6 sore kita bertemu lagi disini.”

“Ta-tapi apa kita bisa?”

“No phone call, no text, email, everything! Until we meet again. You’ve promised me. Kita akan baik-baik saja.”

Aku hanya mampu mengangguk pelan. Kubiarkan Daniel mengacak-acak rambutku lalu punggungnya perlahan menghilang dibalik gelap malam. Hingga pekat membungkus, aku masih berada ditempat ini, sambil menyesap entah sudah berapa cangkir kopi dan rokok. Tepat sebulan sebelum umur pacaran kami berusia empat tahun, Daniel tiba-tiba memuntahkan ide gilanya agar kami berdua tak saling menghubungi selama satu tahun. Setelah berdebat hampir sebulan penuh, akhirnya aku mengiyakan keinginannya. Obsesi pribadi kami masing-masing yang membutuhkan perhatian yang cukup besar menjadi salah satu pertimbangan Daniel melontarkan ide. Namun aku lupa bahwa rindu begitu cepat tumbuh dan sesak yang kurasakan sekarang hanyalah baru sebuah permulaan saja. Ingin aku berlari mengejarnya, mengirim pesan singkat kepadanya, tapi pemenuhan akan janji sepertinya lebih berharga dari apapun.

“Satu tahun itu tidak akan lama.”

***

25 Januari 2014

Waktu masih menunjukkan pukul 5 sore namun aku  sudah berdiri disini, di tempat yang kita sepakati setahun lalu untuk berjumpa lagi. Kumainkan game di handphone, sambil sesekali melirik kearah jalan, berharap kau segera muncul. Jantungku berdetak tak karuan. Saking gugupnya semalam tadi aku bahkan terlelap hanya sekitar dua atau tiga jam.

“Hai Fina.”

“Hai Hera, dari mana saja? Lama tak kelihatan.” Ujarku sambil membalas pelukan Hera, salah seorang sepupu Daniel.

“Daniel yang menyuruhku kesini Fin,”

“Hmm, menyuruhmu? Dimana anak itu? Ada kerjaan lagi?”

“Dia sudah pergi beberapa bulan lalu Fina. Maaf kami tidak memberitahumu.”

“Pergi? Kemana?”

Hera bergeming lalu butiran bening kemudian mengalir deras dari matanya.

“Dia menderita kanker Fin, proses penyembuhannya tidak berjalan baik dan akhirnya dia pergi selamanya.”

Aku terhenyak, napasku tercekat. Aroma mawar begitu menusuk hidungku, lalu kemudian sekelilingku menjadi gelap seketika.

#291 kata

Ditulis dalam Rangka Pesta Sehari Ulang Tahun Monday FlashFiction yang ke-1

14 thoughts on “25 Januari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s