Huruf (yang tidak) Kecil

Dear kak @hurufkecil,

Bulan lalu saat berkunjung ke Makassar tiba-tiba terlintas dalam pikiranku tentang dirimu. Well, akhir-akhir ini tidak seperti biasanya kakak jarang muncul di timeline. Entah apa yang sedang kakak kerjakan, semoga semuanya berjalan dengan baik ya. Aku menyukai jalan pikiranmu yang tak pernah biasa itu. Membaca tulisan-tulisanmu membuatku tersenyum, mungkin lebih kearah tersenyum dan malu sendiri bahwa apa yang kau tuliskan benar adanya. Hal-hal sederhana namun kau selalu sukses mengemasnya dengan brilian. Aku amat menyukai salah satu esaimu : Sastra dan Pikiran Tertutup. Sayang sekali budaya membaca sastra di negeri ini kurang digiatkan. Ah sepertinya dosenku juga harus membaca esaimu agar tak terus menerus menyuruhku menghabiskan waktu membaca di pnas.org atau semacamnya.😀

Berapa banyak buku yang sudah kakak baca? Setiap selesai membaca salah satu tulisanmu, aku memaksa diriku untuk menghabiskan buku yang belum aku habiskan. Terima kasih kak, membuatku merasa masih kurang pengetahuan lalu ingin belajar lagi. Dan Kukila,  aku menyukai perempuan rekaan kakak itu.

Semoga kakak selalu baik-baik saja dimanapun berada. Aku menanti timeline kembali ribut dengan kicauan-kicaun huruf kecil yang sesungguhnya bermakna besar.

Salam,

Masya

5 thoughts on “Huruf (yang tidak) Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s