Dear Insecure Girl

Uni,

Membaca suratmu kemarin membuatku agak was-was dengan keadaanmu disana. Tapi kemudian aku mencoba tenang dan memikirkan beberapa kemungkinan. Saat membaca suratmu aku sedang nonton marsupilami dan sedang merindukan abang bakso yang biasanya lewat setiap sore di samping kosku, di Salatiga. Kamu sepertinya masih melakukan kegiatan biasa disana, hectic dengan ponsel pintarmu. Masih menyenangkan?

Ya, Ya Uni. Aku tahu kamu nikahnya masih lama. Tidak usah membuat spasi yang panjang. Sungguh aku tak terkejut.

Semua orang pernah merasa takut Un. Itu wajar. Pada suatu masa mungkin semua orang pernah ada dalam posisimu, menakutkan sesuatu yang tak seharusnya ditakutkan. Aku juga pernah mengalaminya. Seperti takut terbakar ketika masuk kedalam air. Bodoh bukan? Itulah yang terjadi ketika ketakutan berhasil menguasai kita. Padahal belum tentu apa yang kita takutkan itu akan terjadi. Hidup terlalu berharga jika kita hanya berputar-putar dalam pusaran ketakutan. Latihlah dirimu sendiri untuk menjadi tenang.

Ya, aku juga membaca surat Ellya untukmu Un, setelah kamu menyuruhnya untuk pacaran dengan mas-mas KFC yang namanya Alan. Padahal si Alan belum tentu juga mau sama ElšŸ˜¦. Jarak? Hmm, jarak apa Un? Pada keyakinan yang jaraknya tak bisa ditawar atau melebarkan jarak pada kenangan yang seringkali membunuh? Entahlah. Tapi sesorang bilang padaku semuanya akan baik-baik saja dan memang dia benar . Kamu sudah bisa menaklukan jarak Un? Setidaknya jarakmu dengan typo dan gadget. Beritahu aku jika sudah.

Kalau kamu nikah, yang entah kapan jadinya, aku penasaran dong siapa si lelaki unyu itu, jadi mudah-mudahan bisa datang. HAHAHA. Dasar kampret, aku sedikit melankolis mengenai kematian. Meskipun kematian itu sudah pasti tapi tetap saja semua orang membenci kehilangan. Aku tidak bisa berjanji apa-apa Uni, karena maut datang tanpa terduga. Bisa saja aku yang meninggalkan dunia ini lebih cepat kan? Apapun yang terjadi aku senang bahwa Tuhan telah mempertemukan kita. Tak ada yang kebetulan di dunia ini, termasuk kamu yang tiba-tiba hadir di hidupku nona typo.

Sholat mungkin akan membantumu mengurangi rasa takutmu. Tenang, aku juga akan melipat tangan dan mendoakamu dari tepi lautan ini.

With Love,

Cha

-surat sebelumnya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s