Dear Agatha,

Dear Agatha,

Hai malaikat kecil yang hidup di kaki gunung Sinabung, semoga kau dalam keadaan baik-baik saja hari ini. Saat mereka disekelilingmu hiruk pikuk, ibumu berkata kau selalu bisa tidur dengan damai. Ya, sebaiknya begitu sayang, merebahkan kepala dan cepat lelap. Namun pada kenyataanya setelah dewasa sebagian besar orang akan susah tidur, berkutat dengan deadline dan pikiran-pikiranyang kadang tak penting, termasuk aku. Semoga nantinya kau tidak akan mengalami hal itu.

Agatha, mungkin beberapa tahun kedepan ibumu akan membacakan dongeng pengantar tidur untukmu. Dan kau akan terpesona dengan akhirnya. Lalu ketika kau beranjak remaja, orang-orang akan bilang hidup tak selalu seindah dongeng. Tapi tetaplah percaya bahwa kebaikan selalu menang dan keajaiban itu masih ada. Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu suatu saat nanti. Aku juga ingin bertemu dengan ibumu, sahabatku, aku merindukan dia. Ketika telah beranjak dewasa, maukah kau melakukan satu hal untukku Agatha? Peluklah ibumu ketika dia menangis. Dulu aku sering melakukannya ketika kacamatanya berembun hebat. Aku ingin kau melakukannya untukku.

Aku akan memberikan surat ini segera pada ibumu dan berpesan padanya agar membacakan padamu ketika sudah mulai mengerti.

Salam sayang,

Tante yang jauh di belahan bumi timur

2 thoughts on “Dear Agatha,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s