Sebelum Esok

Tuan,
Semesta sepertinya belum berkehendak agar kau menerima puisi yang kularung beberapa hari lalu kepadamu. Padahal aku menuliskan puisi itu dalam secarik kertas emas lalu mengisinya dalam botol vodka,yang aku temukan di belakang rumah. Entah punya siapa. Surat beraroma vodka. Epic bukan? Sayang sekali tidak sampai ditanganmu.

Mungkin esok aku tidak akan lagi menuliskan surat untukmu seperti yang kulakukan bulan kemarin. Sebab aku akan berangkat pagi-pagi sekali, berlayar ke antah berantah, tempat dimana semua mimpi harus dibuktikan bukan lagi dikatakan. Jadi sebelum esok tiba, biarkan aku menulis ulang puisi yang belum sempat kau peroleh. Judulnya : Dalam Tidur

Dalam tidurmu yang sejenak
Aku ingin terdampar di kotamu
Membersihkan asap tembakau dari bibirmu dengan kata-kata
Lalu mengakarkan padangku dibola matamu
Sebab katamu kau mencintai kenangan
Untuk itulah kubuat satu
Agar bisa kau lahap nanti
Kala kita sudah tak bisa lagi bebas bercerita
Pada malam-malam yang tak lagi sunyi

Aku harap hari-harimu selalu menyenangkan meski kau dan aku tak lagi menjadi kita. Beberapa kisah memang hanya ditakdirkan untuk menjadi kenangan saja. Jangan bersedih lagi. Bacalah puisi ini dengan lantang jika kau rindu aku. Kita yakin kita akan segera berjumpa dalam mimpi.

*love – M*

2 thoughts on “Sebelum Esok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s