Perempuan Mengaum

Poem based on my sketch –

hati dalam tinta

image

Perempuan itu mengaum
Seperti singa terluka, digeretakkannya geliginya
Lepas sudah sedih luka
Dan hilang berbukit-bukit lusuh di dadanya

Perempuan itu mengaum
Namun belum tentu ia bersuara
Tahukah kau, cara perempuan membuang sampahnya
Adalah dengan menebar tinta

Dan di akhirnya, memang ialah pemenangnya

Perempuan itu mengaum
Berbahagialah engkau, yang tak jadi sebabnya
Tapi kupikir-pikir, berbahagialah juga engkau yang jadi sebabnya
Nama kalian semua diabadikan aksara
Dan perempuan tak lupa

Tapi hati-hati, lelaki, aksara pun tak lupa

Perempuan itu mengaum
Tabur benih duka berubah jadi bianglala
Semua ternganga
Sementara perempuan tersenyum simpul di balik pena

Kurasa kau tahu siapa yang juara

*) Ditulis untuk mendampingi sketsa karya @didochacha

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s