So, So, So

Selamat hari perempuan sedunia.😀

Oke, ini sepertinya akan tergolong postingan random yang kubuat ditengah kebekuan ide untuk menyelesaikan sketsa yang sedang aku kerjakan malam ini. So, post ini bercerita tentang perempuan yang so so so. Hmm. Ini berawal dari obrolan dengan adik perempuan beberapa jam lalu di dapur. Saya sedang nyuci piring lalu tiba-tiba adik saya datang dan bercerita dengan penuh emosi mengenai mantan dari mantan pacarnya. Sebut saja nama cewek ini Mawar Layu. WKWKWKWKW. Kisahnya panjang banget kalo dijabarin disini. Intinya, beberapa mantan dari Mawar Layu ini (Dih, stock mantan dia banyak amir! Jumlah mantanku gak ada apa-apanya ._. ) deketin adik aku. Malah salah satu dari mereka sempat pacaran dengan si adik dan barusan putus. Gityu.

Terus permasalahannya dimana? Ya di si Mawar Layu ini. Menurutku sih dia seperti cemburu dengan apa yang terjadi sama adik saya. Tidak menerima kenyataan bahwa bekas pacar dia mendekati adik. Dan yang lebih gila dengan beraninya bercerita sana-sini bahwa adik saya itu perebut pacar orang dan bla, bla, bla. Padahal kan,,,,, Hadeh, masih anak SMA juga, kok ribut banget sama urusan cowok. Kenapa dia gak ngeributin gimana bentuk soal buat UAN nanti ya?

WTF! Segelintir anak zaman sekarang ini. Hah. Emosiku sempat menuju puncak dong! Errrr. Penasaran saya liat muka Mawar Layu itu.

Tapi kisah ini sepertinya lazim terjadi deh dimana-mana, bahkan pada usia-usia yang menurut saya sudah matang secara emosi. Masih ada saja pihak-pihak yang tidak mau menerima sebuah keputusan dan bertindak cenderung bodoh.

Jadi begini, pada suatu ketika, sekitar tiga tahun lalu, aku mengalami kejadian paling dodol kayaknya deh. Rasanya mau marah, nangis, tapi akhirnya saya milih untuk kasihan sama ni orang. Cerita saya baru pulang mentoring di kampus dan sedang terserang capek luar biasa. And then, pacar dari mantan saya mengirim pesan singkat untuk bertemu. Oke, karena kami saling kenal dan aku pikir dia sedang butuh bantuan makanya aku iyakan.

And guess what she doing when we meet up? SHE’S CRYING & BEGGING ME to stay away from his boyfriend. Oh, Hello Beautiful lady. Hari itu kemungkinan pertama yang muncul di otak saya adalah KEPALANYA BARU SAJA TERSERANG VIRUS TROJAN. Dih, perempuan ini So, So, So, …. Saya berusaha tenang dan mencerna kata-katanya dan menerima bahwa ini bukan mimpi. Duh. Yang ada pacar dia (mantan saya) yang terus-terusan nyari saya, telfon dan geje banget gitu selama tiga tahun terakhir. Ya terhitung putus dari dia. Saya sih selalu menjalin komunikasi yang baik dengan mantan, jadi kalo di telfon ya angkat, sms ya balas selama masih dalam kadar wajar.

TRUS NGAPAIN GUE YANG DISALAHIN NYET?

Dan yang lebih dodolnya ada lagi. Jadi pacar si nona Trojan ini, ya sebut aja gitu, lagi ada di kota saya berada. Karena memang dia gak domisili di situ. Lalu saya ngusulin, “ya udah pacarmu suruh datang aja, biar clear.” So, si nona trojan itu nelpon pacarnya dan tebak, DIA GAK MAU DATANG! Demiiii apaa. Hmm, akhirnya percakapan dengan nona Trojan selesai juga dengan banyaknya rasa kasihan saat gue natap mata dia. Malamnya, (kejadian yang tadi sore) pacar si nona trojan nelfon aku dong bilang dia gak bisa datang karena tahu dia salah dan masih sayang sama aku. Rasa kasihan gue berlipat ganda seketika. Agak takjub dengan kata-kata tuh cowok. HAHA

Aku sih biasa aja, gak bangga apalagi bahagia. Karena kejadian sore sampai malam itu terlihat menyedihkan banget. Si cewek sampe segitu, bela-belain ngerendahin dirinya (buat gue sih keliatan kayak gitu) padahal si cowoknya aduhai banget kelakuannya.

COWOK GITU YANG MAU KAMU PERTAHANKAN? Ya Elah.

So, begitulah. Cerita-cerita diatas hanya beberapa contoh kasus aja. Bahwa di dunia ini, masih banyak perempuan-perempuan yang dibutakan cinta, yang mengganggap dunia ini cinta melulu, dan kalo gak punya pacar dia bakal mati. Sedih banget.

Lalu kita harus apa? Pesan saya sih, biarin aja. SILENCE IS THE BEST. PERCUMA kamu mau ngomong dengan orang yang lagi mandi dalam lautan cinta buta. Sampe berbusa-busa, cuma dianggukin doang, gak akan dipertimbangin apa lagi di lakuin. Mending busanya buat nyuci baju #eh. Lagian hidup kan hidup mereka juga. Kita kan cuma penonton aja dan pemberi saran (jika diminta sih).

Terus apa hubungannya dengan hari perempuan sedunia? Entah, cuman pengen nulis aja macam ginian. Kan udah dibilangin didepan ini tulisannya random mas, mbak, dek dan kakak. Mungkin cerita adik tadi membangkitkan kenangan lama. Ya begitulah. Well, Nite-nite. Slepp Tight evberyone.

Aku kudu nyelesain gambar dulu. Bubye

-from Ambon with smile and curios-

16 thoughts on “So, So, So

  1. iya sometimes silence is golden. emang orang suka ada aja yang aneh2… ya mendingan didiemin dan dicuekin aja ya… diladenin malah ntar bikin cape ati…

      1. Mau pesen atau gmn, emang ada yang gratis ya hehehe.. ada contoh2 hasil gambarnya ga say, skalian harganya ya … nggak terlalu buru2 sih, nanti kirim ke email ku yaa

      2. Siap, Oh maaf itu maksudnya “aku” bukan “kau” hehehe salah ketik, padahal udh pake kacamata. masih salah ketik aja hihihi ..

  2. Hahaha setuju banget aku. Kalau orang lagi dimabok cinta mau ngomong apa juga cuma jadi angin semilir yang lalu lalang. Kasian ya cewenya, pertahanin hal yang sia2 Salam kenal ya Masya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s