Serpihan Kenangan

Telah kuselipkan serpihan caklawa disakumu
Saat kita berpapasan kala bulan merah jambu di suatu Maret yang cerah
Namun itu tak juga berhasil menyetakan sedikit saja api rindumu
Apakah mereka jatuh dalam perjalananmu pulang?
Atau tak bisa kau baca makna di balik serpihan itu?

Kau tidak datang, janjimu yang terlahap habis sinar petang?
Atau serpihan disakumu yang tertindih pantang?
Entah,
Jika merah jambu itu benar ada, maka sudah ku biarkan dia terbang dan berhenti mengembang.

Tapi merah jambu memang sering hadir tanpa terduga
Membelenggu hingga jiwa terdalam
Tak pernah kita rencanakan
Jalan yang kita lalui nanti adalah tembok hitam nan luas
Membayang menjauhi angan
Melelehkan tenaga dan harapan
Hingga cinta tak kuat lagi kita eja

Banyak orang membenci kata “dulu”, tapi berkat kau, aku memuja “dulu” sampai terlalu
Harapan adalah bahan bakarnya, impian adalah mesin penggeraknya, dan senyummu adalah kendali kemudinya
Jangan berbicara panjang, lebar, luas, lama, atau sulit. Biarlah aku menjadi diskalkulia spesialisasi kuantiti
Hanya dengan begitu aku dapat memaksimalkan fungsi hati

Jangan pernah memintaku membenci “dulu”
Karena kenangan tentangmu serupa penjara disisi surga
Membuat diri enggan beranjak sedetikpun

Hari ini masih Maret, masih ada sepotong bukan merah jambu yang akan muncul
Jika aku mengirim lagi serpihan cakrawala
Lewat hembusan angin
Sudikah kau menghirupnya?

-Puisi Kolaborasi dengan Insany Kamil-

8 thoughts on “Serpihan Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s