Prompt #43 : Pilihan

Credit

Berapa lama kita saling mengenal? Setahun? Dua tahun? Ah, benar 10 tahun. Waktu yang lumayan panjang, hampir separuh umurku dan umurmu. Apakah kita sepasang kekasih? Tentu saja tidak, meskipun sebagian besar orang menggapnya begitu. Kita hanyalah teman baik dan akan selalu begitu, meski ketika kalap kita pasrah membiarkan bibir saling bertemu cukup lama. Apakah kita saling mencintai? Entahlah. Beberapa kali kita berpacaran dengan orang lain tetapi tidak pernah bertahan lama. Ku ingat-ingat usia pacaran terlamaku dua bulan dan kau tak pernah sekalipun lebih dari satu bulan. Kau dan aku akan selalu pulang menjadi kita, kemudian jatuh cinta dan patah hati dengan orang lain lalu kembali pulang lagi menjadi kita. Siklus yang sama di 10 tahun terakhir. Orang-orang terdekatku bilang, alangkah baiknya menyingkirkan lelaki brengsek sepertimu lalu membuka hati untuk lelaki lain dan menjalin hubungan serius. Tapi hatiku tak bisa berpindah lagi darimu.

***

“Aku akan menikah dengan Amanda!”
“So funny Daniel.”
“Aku serius, kali ini Rosie. Mungkin tiga atau paling cepat dua bulan lagi aku akan menikah dengannya.”
“….”
“Katakan sesuatu Ros, jangan bengong saja.”
“Amanda hamil?”
“Hah? Tentu saja belum. Tapi kami berencana punya anak yang banyak nanti.”
“Oh, akhirnya aku tak perlu lagi repot-repot mengurusimu saat kau sakit. Congratulation dear!”

***

Aku menyesap rokokku dalam-dalam sambil menatap birunya laut Mediterania tanpamu. Ya, aku sekarang berjarak beribu-ribu kilometer darimu. Seharusnya jika punya sedikit keberanian saja, aku akan menjadi saksi pernikahanmu dengan Amanda beberapa jam lalu. Aku memang pengecut gila yang memilih berlari, meminimalisasi kontak denganmu semenjak dua bulan lalu. Permohonanmu di email untuk hadir dan menjadi saksi dipernikahanmu, kutolak halus dengan alasan pameran lukisanku tak bisa lagi di pindah tanggalnya. Mungkin kau begitu kecewa disana. Tapi siapa peduli, hatiku benar-benar hancur dan cemburuku meledak mendengar kau hendak menikah. Sayangnya aku tidak berkapasitas untuk marah atau melarangmu. Satu-satunya yang mampu aku lakukan hanyalah berlari dan mencoba melupakanmu.

Telepon genggamku yang berbunyi membuyarkan lamunanku. Ternyata pemberitahuan ada email yang masuk.

From : Daniel
Subject: SOS

Jauh darimu membuatku menyadari, semua tak lagi sama tanpamu. Aku tak dapat menemukan diriku sendiri. Pulanglah Rosie. Aku baru saja membatalkan pernikahanku dengan Amanda di gereja. Pulanglah segera untukku. I love you.

Kurasakan hangat melingkupiku seketika setelah membaca email dari Daniel. Aku tersenyum begitu lebar. Kutekan tombol reply dan segera membalas.

To: Daniel

Jauh darimu membuatku mendapatkan hal-hal baru : kebebasan dan kedamaian. Jangan buang waktumu menantiku pulang . Itu tak akan pernah terjadi.

-send-

Ah, aku tidak pernah sebahagia sekarang.

#399 Kata – dibuat untuk prompt #43 MFF berdasarkan quote diatas.

22 thoughts on “Prompt #43 : Pilihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s