Rinduku PadaMu

Rindu begitu liar bertumbuh
Ibarat asin laut yang kian pekat, mengurungku sesak
Nyanyian yang dulu sering kudengar perlahan sayup lalu kian senyap
Dan aku seketika itu hampa
Ujung jariku tak lagi merasakan manisnya udara
Kesementaraan sungguh sia-sia tanpaMu
Untuk itu tolong ajarkan apa yang harus kueja dalam doaku nanti malam

Pelita kian redup diserbu derita
Angin semakin sembilu rasanya. Lantas tak sanggup lagi berlari sendiri seperti
Dahulu yang sering aku lakukan. Aku telah gugur dibawah kakiMu sejatinya namun
Menyangkal lebih dari tiga kali
Untuk itu tolong ajarkan apa yang harus kueja dalam doaku nanti malam

-Soahuku, 6/4/2013- Puisi diatas termasuk jenis puisi Arkostik

5 thoughts on “Rinduku PadaMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s