Menanti Senyap

Nafasmu memburu turun dari langit
Dan lalu kata-katamu yang penjelma dahaga
Berubah menjadi api  Menghanguskan udara yang kusesap
Hitam – Pekat

Kau tak lagi bisa berontak
Menyembur api pada waktu
Sebab mereka adalah abadi
Keheningan sebentar lagi menjemput
Aku terisak
Malam semakin hitam
Angin kesedihan lantas pekat

20 APR 2014 – ditulis unk menjawab tantangan #puisi hore 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s