Prompt #47: Pembunuh Rindu

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau …”

Aku segera menutup telepon dengan gusar. Sudah hampir tiga minggu selalu saja saat menghubunginya hanya suara menyebalkan operator yang terdengar. Bahkan untuk sebuah pesan singkat saja seringkali tak terkirim. Kubenamkan wajah dalam tangan sambil sesekali mengurut kening. Dadaku serasa ingin meledak setiap kali berpikir tentang dia, ya dia yang belum juga hadir memecah rindu. Ini gila tapi tak bisa kuakhiri. Aku candu. Tak ada yang bisa kulakukan selain memohon keselamatannya dalam doa-doaku setiap malam.

“Ini cita-citaku sedari kecil. Semoga ada spesies baru yang aku temukan ya.”

“Dan semoga saja ada sinyal ya.”

“Haha. Gak ada sinyal bukan berarti mati kan? Kita akan baik-baik saja sayang. Aku akan pulang untukmu.”

Begitulah percakapan kami sesaat sebelum keberangkatannya ke pelosok pulau paling timur di negeri ini. Jika aku teringat kembali saat itu, rasanya bercampur tidak karuan. Entah bagaimana komposisi senang, sedih, marah dan sebagainya. Urusan hati memang selalu membingungkan.

***

“Jadi masih belum bisa dihubungi juga si Jojo?”

“Belum Vin. Ini sudah masuk bulan ketiga.”

“Udah nyoba email atau apa kek? Apa dia ganti nomor ya? Udah coba tanya teman atau keluarganya belom?”

Aku hanya menggeleng lesu menanggapi pertanyaan beruntun Vina, sahabatku. Segalanya sudah kulakukan tapi hasilnya nihil. Tak ada yang diberi kabar oleh Jojo. Butiran hangat kemudian perlahan jatuh dari mataku. Vina memelukku seketika. Aku terisak hebat dalam pelukannya. Semua kenangan berputar cepat dalam pikiranku. Lantas seketika aku menjadi begitu lelah dalam penantian ini.

“Oh, mbak Rara ada di teras belakang bareng mbak Vina mas.”

Sayup kudengar suara bik Yati sedang bercakap dengan seseorang yang menanyakanku.

“Siapa Bik?” Suaraku lantang namun masih serak berujar

“Hai nona cantik, lama tak bertemu.”

Pemilik suara bariton itu tersenyum manis sambil menatapku. Deg! Sial. Aku butuh pegangan. Dunia sekelilingku seketika berputar begitu kencang.

“KAMU!!!!!!”

“Maaf, handphoneku hilang di hutan sayang. Tapi aku dapat spesies baru. Namamu nanti aku sisipin ya.”

Aku langsung memeluknya erat. Jojo, pencahar rinduku ada dalam dekapanku. Penantian dan doa yang tekun sesungguhnya tak pernah sia-sia.

#330 Kata

4 thoughts on “Prompt #47: Pembunuh Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s