Prompt #60: Mahkluk Berjubah Hitam

30-seconds-to-mars-from-yesterday

Dan lagi-lagi dia ada disana, menatapku dari balik kerumunan banyak orang dengan ekspresi yang masih sama, dingin dan kaku. Jubah hitam dan pucat wajahnya membuat jantungku semakin berdetak kencang. Entah apa yang membuatku terlihat begitu menarik dari sudut pandangnya. Sudah satu minggu ini, engkau selalu ada hampir disetiap tempat yang aku kunjungi. Tapi setiap kali aku menghampirimu, kau raib begitu saja. Mungkin engkau seorang pesulap atau pelari hebat hingga tak bisa kujangkau dengan kemampuan biasa. Memikirkanmu membuatku susah tidur, hampir limbung. Hantu? Ah tidak, aku tidak pernah percaya hantu.

“Kau baik-baik saja?”Suara Fajar membuyarkan lamunanku
“Hmm. Iya”
“Masih melihat orang itu?”

Aku mengangguk. Fajar hanya tersenyum, mengacak-acak rambutku dan menyuruhku lebih banyak beristirahat.

***

“Tidak ada yang melihat siapa-siapa disana Lin!”
“Ta-ta-pi Ma,,”
“Sudah, besok kita ke dokter dan hentikan segala omong kosong ini. Dua minggu ini benar-benar melelahkan.”

Mama membanting pintu kamar dengan keras. Semua orang kaget lalu berbalik menatapku dengan sinar mata paling kejam seolah semuanya adalah kesalahanku belaka. Aku gugup, masih setengah gemetar. Sementara disudut ruangan mata itu masih menatapku dengan kaku dan dingin.

***

Ini kamar baruku. Sejauh mata memandang hanyalah hamparan warna putih yang membosankan. Tak ada keluarga dan teman. Fajar, pacarku juga tak pernah datang. Padahal dulu mana tahan dia tidak berjumpa sehari denganku? Sesekali ada orang berpakian putih datang membawakan makanan dan beberapa pil untukku. Kadang ketika aku berontak dan ingin pergi, mereka datang memberiku sebuah suntikan yang menyakitkan. Sayup, sayup sering kudengar mereka bilang aku gila. Ah, gila hanya soal sudut pandang saja. Tapi perasaanku menjadi lebih tenang semenjak tinggal disini. Tak adalagi mahkluk berjubah hitam yang menatapku dan membuatku semakin tertekan.

***
“Terimakasih karena kalian sudah bekerja keras selama seminggu ini. Bagian yang telah disepakati akan dikirim ke nomor rekening kalian masing-masing besok pagi.”
“Baik bu.”
“Fajar, apakah masalah Linda di rumah sakit jiwa sudah beres?”
“Sudah tante. Tenang saja. Uang selalu saja menang. HAHA.”
“Kalau saja anak itu tidak keras kepala untuk membagi harta warisan dan perusahaannya, semua ini tidak akan terjadi. Oh iya, terimakasih sekali untuk kamu.Kamu akan dapat bonus” Ujar ibu dari Linda sambil menepuk bahu lelaki yang masih menggunakan jubah hitam, yang tatapan matanya masih tetap sama, dingin dan kaku.

#360 Kata

6 thoughts on “Prompt #60: Mahkluk Berjubah Hitam

      1. rasanya nggak ada larangan, Cha. Cuma sebagai pembaca cerita kamu yang ini, abang ‘terbiasa’ sejak awal dengan pov 1, dan perubahan pov tepat di ujung cerita bikin ‘terkejut’. Cuma masalah selera aja kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s