Prompt #63: Brownie

Aku masih ingat saat pertama kali berjumpa dengannya. Kala itu, aku dan kekasihku, Iriana sedang dalam perjalanan menunju rumah. Hujan beberapa jam yang lalu masih menyisakan genangan dibeberapa sudut. Udara malam begitu menusuk tulang. Dibawah temaram lampu persimpangan, terlihat ia disana sedang tidur mengkerut, seperti mengigil kedinginan. Iriana langsung berlari menghampiri dan memeluknya erat. Tak perlu berpikir lama, Iriana akhirnya memutuskan membawanya pulang kerumah, merawatnya dan kini mereka sudah tinggal bersama hampir dua minggu ini.

Tapi sungguh aku tak pernah mengerti mengapa ia selalu tak menyukai kehadiranku disekitarnya. Padahal aku selalu membawakannya makanan, susu dan juga mainan lucu. Saat dia sedang bermain dengan Iriana pun, aku tak menggangu. Aku hanya membaca buku atau menonton TV dan membiarkan mereka berdua menikmati kebersamaan. Pernah sekali aku mencoba meyentuh kepalanya. Ia langsung spontan mengaum lalu menggigit tanganku. Iriana sampai heran mengapa peliharaan kesayangannya berubah ganas dihadapanku. Menyarankan Iriana membuangnya? Lupakan. Itu sama saja dengan memicu perang dunia ketiga. Lalu kuputuskan untuk menganggap keberadaan hewan berbulu cokelat belang itu tak pernah ada selama dia tak menggangguku.

 

***

“Jaga dia untukku! Kali ini saja sayang. Ini benar-benar tugas yang tak bisa kutinggalkan.”

“Baiklah, cepat pulang. Aku bisa gila tinggal dengan kucing ini.”

“Okey. Sampai jumpa sayang. Sampai jumpa Brownie.”

Iriana pun berlalu meninggalkan aku dan peliharannya dalam keheningan. Aku memilih tenggelam kembali ke dalam novelku. Kulirik Brownie sekilas. Hah, aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Kucing itu sedang berjalan mendekatiku lantas duduk tak jauh dari tempatku duduk.

“Kau masih saja merebut tuanku anjing bodoh?”

“A-Anjing? Merebut?”

Aku tercekat. Kucing sialan ini bisa berbicara. Ia menatapku lurus dengan mata hijaunya. Oh, tidak! Apa yang sudah kulakukan? Aku mundur beberapa langkah darinya. Ia terus mendekatiku lalu mengeong cukup keras sambil memerkan taringnya.

Lalu tiba-tiba kepalaku pusing. Napasku memburu. Beribu ingatan berputar dalam satu waktu. Lantas aku ingat, siapa dia dan siapa aku. Foster, begitu dulu kucing menggemaskan itu disebut. Aku Sundae. Dimasa lampau kami berdua pernah tinggal seatap namun selalu bermusuhan. Sebelum kedatanganku, katanya ia adalah hewan kesayangan majikan. Namun hari-harinya berubah kelam semenjak ada aku. Ditelantarkan membuat seekor hewan tak bisa bereinkarnasi jadi manusia. Mereka akan selalu tetap kucing di kehidupan manapun.

Aku Rony, dulu dipanggil Sundae. Dia Brownie, dulu dipanggil Foster. Kami berjumpa lagi di kehidupan ini. Takdir memang menakjubkan.

#375Kata

6 thoughts on “Prompt #63: Brownie

  1. reinkarnasi? hahahahaha, idenya out of the box!

    tapi… mengaum? ini bahas harimau atau kucing, Cha? kalo kucing mengeong, harimau mengaum.

    hihihi, masih ada sama typooooo… edit, gih.😀

  2. Iya ya. Biasanya manusia lalu reinkarnasi ke binatang😆
    Btw, itu yang bagian “Lantas aku ingat, siapa dia dan siapa aku….” dst itu, kalo diceritain sebagai penggalan flashback akan lebih ‘show’ loh Cha😀 *just a suggestion aja sih*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s