Koran Pagi

Halaman pertama koran pagiku selalu saja datang membawa asap
Kiriman dari hutan-hutan yang dirampas keperawanannya
Ranting selalu jadi rangka, dedaunan berakhir abu
Cih, napas sesak dimana-mana
Tawa mengaum juga disela-sela
Lembar berikutnya banyak hewan berlari-lari menggerutu
“Rumah kami dirampas kesia-siaan cerdas” katanya
Dan ada resep sup ikan hiu di samping kolom politik

 

Lalu lembar-lembar berikut masih saja sama dengan kemarin
Tentang luka-luka yang tak pernah kering
Tentang jodoh yang dipilih pakai sumpit
Tentang nasib yang tergantung pada arah mata angin
Tentang hati nurani yang kian hitam
Dunia selalu tak sama namun masih datar – membosankan

 

Barangkali besok aku harus berhenti membaca koran dan pergi menunggangi angin
Lalu bersetubuh dengan benih-benih yang jatuh ditanah kering
Berharap mereka tumbuh cepat menjulang langit
Menjadi penangkap asap, pembunuh sesak
Atau membuat rahimku menjadi menjadi hutan, menjadi rumah
Untuk semua mahkluk yang terampas hidupnya boleh pulang
Beranak pinak dan mencipta sebuah ode untuk dewa matahari

Barangkali besok aku menjelma saja jadi salah satu dari mereka
Biar rasa sungguh penuh

September, 20

7 thoughts on “Koran Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s