Prompt #67: Surga Kita

“ Seandainya kita hidup di surga, pasti tak akan susah begini.”

“Berarti harus mati dulu?”

“Tak perlu. Kata uwak, surga itu ada di telapak kaki ibu.”

“Benarkah?”

Ijat tersenyum mengiyakan, lantas aku merenung.

 ***

Malam sudah larut. Aku mengendap-endap menuju kamar ibu. Dia tertidur begitu lelap hingga tak menyadari keberadaanku. Lalu dengan cepat aku menebas pergelangan kakinya dengan parang. Dia sontak terbangun lalu menjerit keras. Aku tak peduli. Kuambil potongan kakinya, lalu berlari menuju tepi sungai. Disana kulempar onggokan daging ke dalam air sekuat tenaga.

“Tenang saja ibu, besok seluruh desa ini akan menjelma surga. Kita tak lagi sengsara.”

#98Kata

20 thoughts on “Prompt #67: Surga Kita

  1. ini kan jelas, berangkat dari asumsi “surga di bawah telapak kaki ibu”
    si anak ingin menyucikan desanya.
    keren, Mbak. sedikit kekurangan, kenapa ingin menyucikan desa dibanding menyucikan ibunya (me menuhi keinginan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s