Prompt #68: Pelangi

Pelangi di Matamu
Pelangi di Matamu (Sketsa Pribadi)

 

“Entah kenapa aku suka sekali melihat pelangi.”

“Aku juga. Mirip yang ada di kedua matamu.”

“Ah, kamu,” Ujarku sambil mencubit manja lengannya.

Ia tertawa renyah lalu tangannya menyisir rambutku perlahan.

“Bolehkah hanya aku yang memilikinya?”

“Apa?”

“Matamu!”

Aku mengangguk, lalu melangkah hendak beranjak ke dapur. Tapi dia dengan cepat meraih tubuhku ke dalam dekapnya, lantas mengunci bibirku lekat. Yang tersisa hanya lenguhan gaduh beradu dengan rintik hujan yang mulai lenyap.

***

“Apa kubilang, Rony itu psikopat. Kamu sih tergoda dengan wajah ganteng dan rayuan konyolnya.”

Bentakan abang Sala membuatku gemetar. Dadaku kian sesak dengan tuduhan orang-orang sekelilingku. Apakah salah aku jatuh cinta padanya tanpa rasa curiga?

“Dasar perempuan bodoh. Merepotkan saja!”

“Brakkk!!!”

Aku bergidik. Setelah bunyi dentuman pintu, tak lagi terasa kehadiran abang Sala di kamar ini. Hanya tersisa bunyi hujan yang turun semakin lebat. Aku berjalan menuju jendela. Kacanya begitu dingin dan lembab. Mungkin setelah ini ada pelangi. Ah, apa gunanya? Seluruh duniaku kini gelap. Pekat. Kuraba mataku yang kini tanpa gundukan seperti dulu. Aku tak pernah bisa lagi menangis.

171 Kata. Terinspirasi dari fiksimini Lianny Hendrawati – PELANGI. Tak lagi indah, sejak kau ambil bola mataku.-

 

6 thoughts on “Prompt #68: Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s