Prompt #72 : Tiga per Empat Malam

03.00.

Sia terbangun. Diusap matanya berulang-ulang lalu mengambil gelas disamping tempat tidur dan meneguk isinya hingga tandas. Rumah begitu senyap, hingga tetesan air yang entah berasal dari mana terdengar jelas di telinganya. Menit berlalu, Sia masih menanti. Lalu hentakan kecil di luar mulai terdengar. Ia bergegas menanggalkan selimut dan melangkah keluar. Disana, seperti malam-malam sebelumnya, seorang gadis kecil tengah menari. Rambutnya berwarna putih keperakan, di potong sebahu, persis seperti punya Sia. Sinar mata mereka penuh gairah dan semangat. Melihat Sia masih diam saja, gadis kecil itu mendekat, menggengam tangan Sia. Lantas mereka berdua mulai menari, membuat hentakan-hentakan berirama. Jemari mereka meliuk indah bersetubuh dengan udara dan cahaya lampu.

“Aku seperti menemukan diriku lagi saat menari.” Sia berujar ditengah napasnya yang terengah-engah.

Gadis kecil tersenyum menanggapinya. Lantas mereka kembali menari, menyapu hampir setiap sudut rumah. Sampai lelah merasuk ke tubuh dan pagi datang menyapa.

***

“Sayang, kamu tidur di sini lagi.” Ujar Mom sambil mengusap kepala Sia yang sedang berbaring di sofa ruang tamu.

“Semalam aku menari lagi Mom.Masih dengan dia. Anak kecil yang kuceritakan mirip denganku itu.”

“Kau menikmatinya?”

“Well, sangat sampai aku merasa begitu lelah.“

“Baiklah, Reynald akan memindahkan mu ke kamar. Sebentar lagi Mom akan menyusul.”

Mom menghempaskan dirinya ke sofa. Tubuhnya limbung. Ditatapnya Sia, yang sedang bersenandung kecil dalam pelukan Reynald, sang kepala pelayan. Kotak ingatannya terbuka, lantas air mata membasahi pipi.Dua bulan lalu, saat hendak berangkat ke New York untuk bersekolah tari, mobil yang dinaiki Sia menghantam pagar pembatas jalan. Kedua kakinya menjelma kaku. Hari-harinya jadi kelabu. Lalu kemudian burung-burung masuk ke kepala Sia pada tiga per empat malam, meletupkan gelombang imajinasi. Kata dokter, Sia butuh mujizat.

#271 Kata

*Dibuat untuk Monday Flash Fiction berdasarkan video Sia – Chandelier

19 thoughts on “Prompt #72 : Tiga per Empat Malam

  1. Jadi sebenarnya Sia gak bisa bergerak ya Mbak? hanya imajinasinya aja. Woooh, kok kepikiran ya ide seperti ini. Cakep.

  2. Perhatian penulisannya lagi ya Cha.
    Lalu kemudian burung-burung masuk ke kepala Sia pada tiga per empat malam << nggak efisien. Lalu aja, atau kemudian aja.

  3. blogwalking trus nemu ini. Wah keren, biarpun bertanya-tanya, gimana kaki yang keras kaku bisa jalan dari kamar tidur ke ruang tamu?

    Salam kenaaall🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s