Akulah Kota

Kini rentang adalah jeda antara kedua pelipismu dan jemariku
Tak pernah terlalu jauh
Atau  juga terlalu dekat
Kaki-kaki kita menjadi begitu kuat
Berlari mengejar tanya dan sekumpulan jawab

Lalu harap pun begitu kuat
Membawa kita terlarut remah kenangan
Kembali menuju tempat dimana cerita kita puisikan
Lewat selarik hujan di Januari yang sembab
Lewat harum kopi di jalan-jalan sepanjang  Amboina

Semestinya risau tak usah hadir karena sesungguhnya
Akulah kota
Yang selalu menantimu pulang
Seperti malam setia menanti senja rebah dalam pelukan
Akulah udara yang menari-nari di sekeliling
mata indahmu
Bisa kau bawa kemanapun engkau pergi
Selalu

Ambon, 15 Januari 2015,

5 thoughts on “Akulah Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s