Dear Ma

Dear Mam,
Aku menulis surat ini dari jarak ribuan kilometer (lagi) dari sisimu.
Ah, jarak memang begitu cepat menyuburkan rindu Ma. Bahkan setelah pernah 7 tahunan terpisah darimu, rasanya ketika terpisah lagi yang baru sebulan ini berat sekali.
Entahlah Ma.
Rindu terkadang begitu kejam, datang dengan begitu senyap mengoyak dada samali semua tubuh gemetar.
Ma, aku tahu kepala kita akhir-akhir ini jarang bisa lagi menuju satu titik temu. Tapi untuk saat ini, mengalah bukanlah opsi dikepalaku lagi. Aku, anakmu yang mungkin masih kecil dimatamu, tak bisa lagi menjadi seperti yang kau harap atau yang seperti orang-orang harap.
Dua orang yang mencintai tak selamanya harus serupa kan ma?

Aku tidak ingin minta maaf ma untuk memilih sendiri jalanku, karena aku ingat kau selalu bilang tak ada tempat di dunia ini untuk orang-orang yang pengecut dan bimbang hatinya. Lalu aku meyakininya pada hari dimana aku memutuskan berjalan di jalanku sendiri.

Dalam segala amarah yang meledak, kita sama tahu, tak pernah bisa marah dalam waktu yang begitu lama. Untuk itulah, ada percakapn telepon malam ini yang menghancurkan semua amarah, mendinginkan kepala yang panas.

Ma, ditengah segala kekacauan ini, dan mungkin aka lebih bergelombang nanti, kau tahu Aku selalu mencintaimu tiada berjeda

-love-
Your little girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s