Getar

Mungkin menemukan seseorang yang tetap memberimu getaran yang sama pada saat awal menyukai mereka itu susah.
Serius.
Waktu, jarak, konflik dan kenangan yang pada akhirnya akan memurnikan segala sesuatu, memberi tawaran pertimbangan bagaimana kita pada akhirnya harus bersikap. Apakah semakin menyala-nyala atau redup.

Jika suatu saat, kalian menemukan seseorang seperti itu, berbahagialah, karena sungguh tak semua orang akan diberi kesempatan demikian.

Beberapa orang memilih bertahan dalam relasi jangka panjang karena berbagai macam pertimbangan misalnya tanggung jawab terlanjur janji, takut menyakiti, kelurga dan bla bla. Bahkan ada ada yang mempertahanka hubungan yang sebenarnya sudah tak bisa lagi diperbaiki karena kenangan. Ada.

Well, saya salut dengan mereka karena mereka orang-orang yang berani mengorbankan banyak hal bagi kebahagiaan orang lain. Tapi saya bukan orang seperti, atau mungkin belum bisa menajdi seperti demikian. Tapi ada juga kok yang bertahan karena memang dia tahu dia tak pernah bisa menggambarkan hari esok tanpa pasangannya.

Jika saya memilih terlibat pada akhirnya dalam sebuah relasi jangka panjang dengan seseorang, itu bukan karena banyaknya janji, bukan juga karena kenangan, atau tetek bengek drama lainnya tapi karena saya tahu dengannya segala sesuatu akan baik-baik saja.

Dan ya, soal getaran ajaib itu, saya masih bisa merasakannya hingga sekarang, walaupun hanya bercakap via telepon atau medsos. Dada yang berdesir, tangan yang gemetar, kedinginan tiba-tiba, oh mungkin dia hantu, hahaha

Sampai sekarang, saya tahu saya beruntung ketika dia akhirnya mau memasuki hidup saya, bertukar cerita walaupun kadang-kadang. Dan anehnya dengan dia, saya tidak ingin peduli mengenai bla bla bla bla perempuan kebanyakan.

Karena saya entah dengan cara bagaimana ketika memikirkan dia, selalu bisa yakin  kapal-kapal yang meskipun sudah berlayar saling menjauhi, jika beruntung akan kembali ke suatu pelabuhan yang sama.

Terimakasih karena di suatu senja sudah tersesat di dalam mataku dan menjadi air yang menyuburkan puisi-puisiku.

Dan aku tahu, kalau kau membaca ini kau akan tersenyum sama seperti kau membaca tulisan tanganku yang sampai lama sekali ditempatmu. Lalu sambil menyesap rokokmu dalam-dalam,tubuhmu bergetar karena kau selalu tahu,kamu itu ya kamu. Selalu

4 thoughts on “Getar

  1. getar. Yah aku pernah merasakan getaran itu sejak pertama kali bertemu dengan “DIA” seseorang yang aku suka. sampai sekarang getaran itu masih ada jika kita saling bertatapan, jika dia menggenggam tanganku, dan jika dia memberikan perhatian lebih padaku.haha aku selalu dibuat salah tingkah oleh sikap dan bahasa tubuhnya ka. Dia selalu saja bisa membuat aku melambung tinggi tapi sedetik kemudian dia menghampaskan aku begitu saja hiks menyedihkan memang ketika menyukai seseorang secara diam-diam🙂 #salam kenal yah ka haha baca postingan kaka yang ini jadi CORCOL deh aku😀

  2. Hehehe, untuk hub jangka panjang kayaknya nggak berlaku GETAR, yang berlaku itu BONDING. Karena saling melengkapi saja. Kok bisa ya? Saya juga nggak paham. Tidak ada yang istimewa tapi BONDING, misteri kata orang di pojok pasar. Pokoknya nekad aja biar BONDING, nggak mikir cuman dijalanin. Salam kenal ya. Salam dari Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s