JEDA

Dear Pipit,
Selamat ulang tahun yang sudah hampir sebulan berlalu.
Ada jeda yang panjang dengan ulang tahunmu dan tulisan ini.
Well, but it’s okay. Sengaja :p

Ketika berada dalam sebuah jeda, sebagian orang sering terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi nantinya, berandai-andai bila mana hal dalam pikiran mereka terwujud. Bahkan terkadang mereka berusaha memperpendek jeda itu, berupaya begitu keras hingga menjadi terlalu letih untuk menjalani hari besok.

Well, sebagai manusia normal, Ya sepertinya wajar-wajar saja. Kita penasaran, kita berandai-andai, kita menganalisis, menumbuhkan harapan, dan kala tidak terjadi sesuai dengan apa yang kita ingini, kemudian kita kecewa dan mempersalahkan keadaan.

So, jadi normal tak selamanya menyenangkan.

Menunggu memang menyebalkan Pit. Tapi lebih menyebalkan lagi kalau energi kita habis karena menggerutu samapiorang yang kita tunggu tiba nantinya.
Selalu saja ada pilihan pasti dalam sebuah penantian. Kamu mau menunggu atau pergi? Kalau mau menunggu, ya jangan pake marah-marah. Kan itu pilihan pribadi?

Saya selalu mengandaikan, orang yang membuat kita menunggu suatu hal adalah seperti sebuah rautan pensil. Semakin sebuah pensil tenang dan dalam menghadapi arah gerak berlawanan dari rautan, sebagian besar hasilnya akan bagus.

Namun, ketika sebuah pensil kita raut tergesa-gesa, kadang ujungnya tidak begitu baik bahkan ada yang sampai patah. Kamu mau jadi yang mana?

Memang menikmati jeda ini tidak sederhana. Siapa sih manusia normal yang mau menunggu? Time is money. Katanya.
Buatku, waktu itu investasi dan invetasi bukan saja dalam bentuk uang tapi juga karakter. Mana yang lebih penting?

Ya.Ya.Ya. Memang tulisan ini tidak mudah kalau diterapkan dan butuh latihan berkali-kali untuk menjadi tenang dan mengalokasikan pikiran ke hal-hal yang lebih baik.

Jadi tidak bisakah kita sekali saja dalam hidup, menikmati jeda, tanpa berekspetasi atau menginvestasikan pikiran pada hal-hal yang menggangu momen jeda ini? Berhentilah untuk terlalu khawatir akan esok hari.

Just relax. Setiap jalan itu ada ujungnya kok. Cuma setiap orang punya jarang pandang yang beda, dan cara melihat sesuatu yang beda pula.

Lalu berilah sedikit waktumu, untuk dibentuk orang lain. Pisau tidak pernah bisa menajamkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.

so, Cheer Up Baby Girl. This universe loves you. Every little things gonna be alright.

Wish You Full of Happiness.

-with all love-

One thought on “JEDA

  1. Sumpah, pilihan yang keren. Jarang orang punya pandangan seperti itu. membaca postingan awalmu, membuat aku penasaran dan ingin membaca semua pos yang sudah kamu tulis. Aih, berapa lama waktuyang harus kubutuhkan. Ah, namun aku tidak khawatir waktuku habis bila membaca tulisan bagus. Pilihanku menyelamatkan waktu terlewat, yakni mengikuti blogmu. Biar tidak ada yang terlewat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s