Pemberi Kejutan

Kadang saya berpikir, Tuhan itu pemberi kejutan yang ulung. Ada  hal yang sangat kita harapkan dan kita usahakan, justru tak langsung diberi. Giliran kita telah berhenti berharap bahkan sampai kita sendiri telah lupa barulah apa yang dulu kita idam-idamkan terjadi.
Saya sering terpesona dengan hal-hal seperti ini. Saya tidak pernah percaya pada sebuah kebetulan walaupun kadang orang yang sedang kasamaran, berpikir itu adalah tanda dua orang berjodoh.

Yang saya percayai sekarang adalah semua akan indah pada waktuNya. Meskipun untuk menjalankan apa yang saya percayai itu, bikin kesal sendiri.

Hari ini, saya betul-betul terpesona dengan cara kerja dunia ini. Bagaimana dengan indahnya, Tuhan bisa menciptakan pertemuan yang dulu saya inginkan sekali namun tak pernah terwujud.
Ya saya bertemu dia, yang pernah mengisi ruang dihati saya. Tak banyak yang berubah dari dirinya. Matanya masih serupa lautan teduh tempat semua jiwa yang dahaga ingin berlabuh. Tawanya masih menggema merdu. Yang berbeda mungkin, di jari manisnya telah melingkar sebuah cincin emas, tanda dia sudah terikat.

Awalnya, saya tidak ingin bicara dengan dia karena khawatir sendiri kalau-kalau percikan rasa bisa kembali membara. Tapi pikir saya saat itu, kesempatan tak datang dua kali, lalu saya memberanikan diri berbicara dengannya.
Kami bercerita, soal hidup, soal kemungkinan dan saya tetap mengoceh panjang lebar tentang politik.

Lantas saya bilang padanya, “dia akan jadi seorang ayah yang baik”.

Lalu dia menjawab, “Kamu, kurusan,”

Saya kembali bilang, “Tapi saya salut, karena menikah adalah perkara keberanian. Dan kamu hebat berani menikah,”

Dia kemudian menjawab, “Menikah bukan hanya soal keberanian, tapi juga soal kerelaan. Jangan cari suami yang bikin kamu semakin kurus,”
Kami  tertawa.

Ternyata, setalah berbicara dengannya biasa saja. Tak ada efek kupu-kupu diperut atau jantung yang berdegup kencang.
Kami berbicara banyak hal tanpa prasangka, tanpa harapan, tanpa tuntutan. Begitu lepas.

Suatu kebahagiaan yang mempesona. Kebahagian yang begitu berbeda dengan kebahagian saat melihat pacar saya yang tetap menanti saya pulang kerja dimalam hari, dengan sekotak susu ultra. Padahal dia sudah mengigil kedinginan di perempatan jalan karena hujan.

Kebahagian yang bisa ditafsirkan sebagai bentuk penerimaan bahwa kita pada suatu posisi hanyalah manusia biasa yang tak bisa memaksakan kehendak kita pada yang empunya hidup ini.
Ini seperti sebuah peringatan kembali kepada saya, bahwa dalam hidup tak semua yang kita mau bakal terjadi.
Juga dalam sebuah hubungan, karena ada dua isi kepala disana.

Hidup pada akhirnya adalah kumpulan kejutan. Maka bersiaplah.

4 thoughts on “Pemberi Kejutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s