INTERVENSI

Apakah yang menyebabkan seorang manusia  bisa bangun di pagi hari dan kembali melanjutkan aktivitasnya sebagai seorang manusia?
Apakah karena kekuatan dirinya semata? Apa karena fungsi organnya yang masih sangat prima? Atau karena dia memiliki harapan yang begitu besar?
Buat saya, bukan ketiganya. Tidak ada yang bisa bangun dan kembali melanjutkan hidup tanpa kasih karunia Sang Pemberi hidup. Ya, kita masih bisa hidup karena AnuhgerahNya semata.
Saya ingat bagaimana ibu selalu mengajarkan untuk bangun pagi dan berterimakasih karena masih beri nafas hidup.
Dan apa yang kita lakukan dan bisa memberi impact ke orang lain, juga tidak akan terjadi tanpa seizin Yang Kuasa. Percaya atau tidak, kata-kata hanyalah kehampaan kalau tak ada kekuatan Transeden yang membuatnya menjadi luar biasa sehinga bisa menyentuh, bahkan bertumbuh dan berakar di pikiran orang lain.

Namun kadang, kita, manusia yang fana ini bisa menjadi begitu sombong.
Apalagi kalau perkataan dan tindakan kita bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi orang lain. Perubahan yang menggema dan memberi dampak luas. Kita lalu mengira bahwa itu adalah usaha kita semata dan kita menjadi merasa begitu penting lantas merasa harus dipuja.
Kita lupa dalam kemampuan kita ada intervensi Yang Lebih kuasa dan dalam penerimaan orang lain akan pendapat kita juga ada intervensi Yang Lebih Kuasa.

Beberapa hari yang lalu saya sempat bercakap dengan pacar lalu saya  menanyakan kapan terkahir kali dia mengikuti missa di gereja. Dia bilang, sudah semenjak Paskah.
Lalu dia bilang, ke gereja itu soal personal . Kalau hati ingin, ya pergi karena sesuatu yang dipaksakan tidak baik.

Iman memang adalah urusan personal. Tidak ke gereja bukan berarti orang tidak beriman.  Saya sadar bahwa kalau pacar saya nantinya berkeputusan untuk kembali mengikuti missa di gereja, itu karena ada Intervensi yang kuasa. Yang memanggil hatinya untuk pergi lagi  ke Gereja. Bahkan saya  tidak punya kuasa apapun untuk memaksa pacar pergi ke Gereja.
Dan saya tidak akan melakukannya karena saya tahu pacar cuma akan melihat saya sejenak dengan tatapan yang berarti dalam sekali dan tak bisa dijelaskan lalu kembali melakukan aktivitasnya.

Memang secara sadar, manusia adalah mahkluk intelektual yang bisa memperkaya dirinya dengan pengetahuan asal mau berusaha. Tapi ada hal-hal yang tak bisa dijangkau dengan intelekual. Hal-hal yang bisa terjelaskan dengan sempurna.

Intervensi bukan dalam artian manusia adalah robot dan tidak memiliki kehendak bebas. Saya selalu percaya, kita dilengkapi dengan otak karena Tuhan ingin kita berpikir, jalan mana yang harus kita pilih.
Tapi sekali lagi, dalam beberapa hal, kita tak pernah mengerti bagaimana Ia yang Agung itu bisa mengintervensi dalam batas-batas yang tak pernah terpikirkan oleh kita. Untuk menunjukkan keberadaanNya. Untuk membuat manusia sadar bahwa hidup adalah anugerah semata.

Blaise Pascal dalam tulisannya pernah menyebutkan “Le couer a ses raison ne connait point” yang artinya bahwa hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh rasio.
Tentunya ia tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan. Hanya saja, benar adanya bahwa rasio atau tidak akan sanggup untuk memahami semua hal.

Ada kekuatan trasenden yang tak bisa dikontrol dan dimensinya tak bisa dipegang oleh manusia. Jika kamu diintervensi untuk menyebar kebaikan, berbahagialah.

Jadi kalau ada keinginan mau ke gereja, ataupun mau mengenakan jilbab, itu adalah intervensi Yang Kuasa dan masalah pilihan.
Tak usah berbusa-busa sampai mau orang berubah deh, apalagi soal masalah keyakinan seseorang yang notabonenya adalah urusan vertikal dengan Sang Pencipta.

Jadi masihkah menyombongkan diri di hari ini?

14 thoughts on “INTERVENSI

  1. Kalau soal manusia berubah itu sangat pribadi menurutku, orang lain, siapapun itu tak berhak meminta untuk melakukannya, karena yang bisa mengubah ya manusia itu sendiri.

    Btw, apa kabar?

      1. n0ngkrong di sini aja ah….

        nice post mbak masya….
        saya juga sering di suruh untuk berubah, yang namanya bukan kehendak hati memang tidak bisa dipaksakan, namun juga ada sih yang baru saya sadari, saya memang harus mengubah gaya kayang menjadi kayang super part 2…..sepertinya

  2. Insan..manusia..itu tempat salah dan lupa…
    Adalah terlalu egois ketika kita menikmati kebahagiaan bersama Tuhan sendirian, sementara saudara kita sedang terlena..dgn dunianya.
    Sudah selayaknya kita berbagi, karena itulah jati diri manusia, berbagi kebahagiaan.
    Jadi mengingatkan itu bukan karena kita merasa sdah benar, tetapi karena ingin membagi kebahagiaan yg kita kita rasakan bersama yg Maha kasih.

    Btw..nice posting.. Semoga bersama bahagia…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s