Terpilih 

Menjadi setia bukan perkara mudah. Itu sulit dan butuh keberanian untuk berkomitmen. Setia bukan hanya soal hubungan antar kekasih saja namun ada dalam berbagai segi hidup. Realitasnya sekarang sulit menemukan orang yang setia pada suatu profesi yang ia jalani. Diluar semua ketidaknyaman dan hecticnya sistem dalam profesi.  Sebab kalau emang udah ngak nyaman mending gak usah dipaksakan. Tapi terkadang walaupun sudah nyaman orang ada orang yang bosan melakukan hal itu-itu melulu. Atau ada hal yang lebih menggiurkan yang menarik hati.

Manusia pada dasarnya memang dipenuhi rasa penasaran dan ingin mencoba sesuatu yang baru. Yang menarik kini, banyak orang belakangan ini rela meninggalkan profesi dan jabatannya demi terjun di dunia politik. Banyak pengacara, dosen, aktivis, PNS, TNI / Polri bahkan pendeta sekalipun ingin merasakan ada dalam puncak kekuasaan. Well,  politik memang sangat erat dengan uang, kekuasaan dan kenyamanan. Tapi jangan lupa politik juga identik dengan darah tinggi,  insomnia dan migrain tahunan. Kata mereka yang akhirnya terjun dalam dunia politik adalah salah satu alat bagi mereka untuk mensejahterahkan masyarakat. Jadi mereka ingin berbakti kepada masyarakat lewat itu. Katanya

Tak ada yang salah memang toh itu adalah hak pribadi dan tak seoarangpun bisa mencegahnya. Dan politik bukanlah barang haram.  Tapi apa mereka benar adannya orang-orang yang terpilih dan akan sungguh berkomitmen dan menjadikan politik guna kesejahteraan masyarakat?

Beberapa bulan lalu, sebuah spanduk besar di perempatan sebelah ‘Gong Perdamaian’ Ambon menampakan wajah Rektor UKSW, Jhon Titaley. Kebetulan saya alumnus sana. Lalu teman saya bilang, “Rektor kamu mau nyalon Gubernur juga ya?”. Saat itu saya tak memberi jawaban apapun. Tapi dalam benak saya tahu itu tak mungkin terjadi. Sejauh yang saya kenal, beliau adalah figur yang sangat konsen dengan pendidikan tinggi. 

Memang mendekati pilkada begini, banyak orang yang pasang spanduk di jalanan.  Mulai dari muka yang familiar sampai yang ‘mbuh’ lah. Dan sebenarnya wajar saja orang mikir mungkin yang nampangin wajah mereka di spanduk mau maju di pilkada.  

Tapi suatu ketika bisa saja terjadi rektor UKSW itu mau nyalon Gubernur Maluku atau Jawa Tengah. Siapa tahu.  

Contoh saja Anies Baswedan. Mantan rektor Paramadina ini secara mengagetkan akhirnya memutuskan untuk menjadi salah satu calon Gubernur Jakarta yang akan bertarung dalam perhelatan pilkada Februari ini. 
Pak Anies yang adalah tokoh idola ibu-ibu muda, yang dulu menyatakan komitmennya kepada dunia pendidikan, kini berpaling hatinya kepada politik. Yang dulu ngangep Prabowo sebelah mata kini maju pilgub Jakarta dengan bekal tanda tangan Prabowo.  

Tak ada yang benar-benar abadi. 

Memang di dunia ini banyak yang terpanggil menjadi guru, dosen, pendeta, jurnalis, tapi pada akhirnya hanya sedikit saja orang yang terpilih dan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di suatu bidang hingga akhir.

Kalau kamu gimana dek? 

5 thoughts on “Terpilih 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s